Ternyata Bumi Punya Banyak Bulan
Selasa, 27 Desember 2011 | 16:51 WIB
Mengorbiti Bumi secara temporer setelah terperangkap gravitasi
Ketika para astronom melihat sebuah objek berwarna putih titanium mengelilingi Bumi pada 2006 mereka mengiranya hanya sebuah roket.
Tetapi sampai mereka melihat asteroid kecil itu kembali pada Juni 2007 para ilmuwan itu sadar bahwa benda langit itu telah terperangkap oleh gaya gravitasi Bumi dan melayang mengorbiti Bumi.
Dan sebuah penelitian baru yang dipublikasikan oleh para pakar astrofisika di Universitas Cornell mengatakan "Bulan Mini" itu bukan sebuah keganjilan. Astroid-asteroid itu sering datang dan pergi - artinya planet kita memang sering selalu mempunyai bulan temporer.
Mikael Granvik, Jeremie Vaulbailon, dan Robert Jedicke dari Universitas Cornell mengatakan telah menghitung populasi dari satelit alami yang mengorbiti Bumi secara tidak teratur dan temporer.
"Pada waktu tertentu, terdapat setidaknya satu satelit dengan diameter satu meter yang mengorbiti Bumi," tulis ketiganya dalam karya ilmiah yang berjudul "The Population of Natural Earth Satelites" dan dipublikasikan dalam situs resmi universitas itu.
Ketika para astronom melihat sebuah objek berwarna putih titanium mengelilingi Bumi pada 2006 mereka mengiranya hanya sebuah roket.
Tetapi sampai mereka melihat asteroid kecil itu kembali pada Juni 2007 para ilmuwan itu sadar bahwa benda langit itu telah terperangkap oleh gaya gravitasi Bumi dan melayang mengorbiti Bumi.
Dan sebuah penelitian baru yang dipublikasikan oleh para pakar astrofisika di Universitas Cornell mengatakan "Bulan Mini" itu bukan sebuah keganjilan. Astroid-asteroid itu sering datang dan pergi - artinya planet kita memang sering selalu mempunyai bulan temporer.
Mikael Granvik, Jeremie Vaulbailon, dan Robert Jedicke dari Universitas Cornell mengatakan telah menghitung populasi dari satelit alami yang mengorbiti Bumi secara tidak teratur dan temporer.
"Pada waktu tertentu, terdapat setidaknya satu satelit dengan diameter satu meter yang mengorbiti Bumi," tulis ketiganya dalam karya ilmiah yang berjudul "The Population of Natural Earth Satelites" dan dipublikasikan dalam situs resmi universitas itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




