Agus Hermanto Bantah Aklamasi di Kongres Demokrat Tidak Demokratis

Jumat, 19 Desember 2014 | 14:38 WIB
HR
B
Penulis: Hizbul Ridho | Editor: B1
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) didampingi istri Ani Yudhoyono (kedua kanan), Ketua Harian Ketua Harian Syariefuddin Hasan (kedua kiri) dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) tiba di Kantor DPP Partai Demokrat untuk memimpin rapat pleno pengurus harian, di Jakarta, Kamis (11/12).
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) didampingi istri Ani Yudhoyono (kedua kanan), Ketua Harian Ketua Harian Syariefuddin Hasan (kedua kiri) dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) tiba di Kantor DPP Partai Demokrat untuk memimpin rapat pleno pengurus harian, di Jakarta, Kamis (11/12). (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Politikus Partai Demokrat Agus Hermanto membantah bahwa pemilihan ketua umum secara aklamasi sebagai cara pemilihan yang tidak demokratis.

Menurut wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu, cara aklamasi merupakan bentuk musyawarah mufakat yang hakiki.

"Kalo semua hendaki itu pasti disebut aklamasi. Aklamasi demokrasi hakiki. Karena musyawarah mufakat telah kita laksanakan. Keinginan hak pemilik suara DPC, DPD, dan DPP masih ingin SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Kalau semua ajukan SBY dan lebih dari 50%. Bahkan ini lebih dari 80% tentu diambil aklamasi," katanya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Jumat (19/12).

Setiap dia mengunjungi daerah untuk bertemu kader di DPC dan DPD, adik ipar SBY itu mengklaim sebagian besar menyatakan masih menginginkan SBY sebagai ketua umum periode berikutnya.

Keinginan tersebut, menurut Agus, merupakan keinginan kader daerah untuk bangkit dari keterpurukan pemilu 2014 yang sudah lalu.

Agus mengatakan, cara aklamasi merupakan hal terbaik untuk partai berlambang bintang mercy itu, dan kembali terpilihnya SBY merupakan demi menyongsong kembali kebesaran Demokrat pada pemilu 2019.

"Paling tidak target kita bisa sama di 2009 lalu. Yang diramal beberapa pengamat, kita kecil sekali. Begitu dipegang SBY bisa terlahir kembali walau enggak tinggi bisa sampai 10%. Ini semata-mata dipegang SBY sebagai ketum. Hampir seluruhnya masih ingin SBY pegang ketum lagi," tukasnya.

Berdasar keputusan kongres sebelumnya, kongres Demokrat 2015 akan diadakan Mei. Tetapi Agus mengatakan, bergantung kesiapan dan keadaannya bisa saja kongres dipercepat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon