Pelemahan Rupiah Jadi Lampu Kuning Buat Jokowi
Jumat, 19 Desember 2014 | 16:10 WIB
Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Agus Hermanto menilai, kondisi nilai tukar rupiah yang saat ini sedang melemah hingga mencapai titik terendahnya semenjak Mei 1998 merupakan "lampu kuning" kepada pemerintah dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo.
Alih-alih menyalahkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap kondisi ini, politikus Demokrat itu meminta Jokowi untuk mengeluarkan kebijakan yang mendorong penguatan rupiah.
"Ini lampu kuning bagi Jokowi. Tim ekonomi Jokowi sulit hadapi ini sehingga mereka hanya bisa blame (menyalahkan). SBY saja enggak bisa disalahkan. Semua presiden pasti ingin yang terbaik untuk bangsa dan negara. Sehingga yang seharusnya dilakukan tim ekonomi diperkuat," katanya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Jum'at (19/12).
Dalam perjalanannya selama satu dekade, lanjut Agus, rupiah mencapai salah satu titik paling kritis. Dan selama dua bulan pemerintahan Jokowi, adik ipar SBY itu menuduh Jokowi hanya melakukan pencitraan alih-alih mendorong tim ekonominya bekerja.
"Media juga dorong tim ekonomi harus bekerja. Kalau begini terus kita pada posisi paling sulit. Sekarang ini sudah bahaya, lampu kuning. Jangan hanya menyalahkan, tidak akan selesai. Tim harus berpikir. Bukan menjawab pertanyaan dengan menyalahkan orang lain," tukasnya.
Seperti diketahui, Mantan presiden Indonesia periode sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun twitternya @SBYudhoyono telah angkat bicara soal pelemahan mata uang rupiah akhir-akhir ini. Dia meminta kepada pemerintahan Jokowi untuk tidak menyalahkan pemerintahannya dan lebih memilih untuk dengan cepat menanggapi sulitnya kondisi ekonomi yang sedang terjadi.
"Memang yg paling mudah adalah mencari "kambing hitam", atau harus ada pihak yg disalahkan, terutama terkait jatuhnya rupiah kita. *SBY*
Selain alasan-alasan lainnya, seorang pejabat pemerintah jg menuding bhw semua ini akibat kebijakan pemerintahan SBY yg salah. *SBY*
Atas tudingan ini, sy minta kpd siapapun yg bersama saya 10 thn di pemerintahan harap bersabar. Tak perlu ikut menuding kesana kemari. *SBY*
Menyalahkah orang lain tak akan menyelesaikan persoalan. Itulah pelajaran yg saya petik selama dulu memimpin negeri ini. *SBY*" tulis SBY melalui akunnya yang pengikutnya tidak sampai 2 juta itu. Petilan tersebut merupakan sebagian kecil dari puluhan kicauan SBY terhadap pelemahan rupiah.
Sebelum itu, Menko Perekonomian Sofyan Djalil sempat melontarkan tuduhan halus bahwa kondisi ekonomi yang saat ini terjadi adalah dampak kebijakan masa lalu yang dilakukan pemerintah sebelumnya.
"Ini sebenarnya residual dari kebijakan-kebijakan yang tidak dilakukan, atau akibat kebijakan masa lalu," kata Sofyan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




