Tower Bersama Lanjutkan Transaksi Share Swap dengan Mitratel

Senin, 22 Desember 2014 | 20:25 WIB
YW
FB
Penulis: Yosi Winosa | Editor: FMB
Logo Tower Bersama Group.
Logo Tower Bersama Group. (Ist.)

Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) berencana menerbitkan 497 juta lembar saham baru, atau sekitar 10 persen modal ditempatkan dan disetorkan penuh, tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-hmetd).

Direktur Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Helmi Yusman Santoso mengatakan aksi korporasi yang dikenal sebagai rights issue tersebut akan dilakukan pada semester pertama tahun depan, sembari menunggu persyaratan closing dari otoritas jasa keuangan (OJK). Saham ditawarkan Rp 8.253 per lembar saham atau senilai total Rp 4,10 triliun.

"Harga tersebut sesuai dengan peraturan bursa efek Indonesia (BEI), yakni harga rata-rata 25 hari sebelum pengumuman rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB)," katanya usai jumpa pers di Jakarta.

Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk membayar earn out sebesar Rp 1,7 triliun kepada PT Telkomsel dan PT Mitratel, yang akan dibayarkan dalam jangka 10 tahun sesuai dengan kesepakatan awal.

"Penerbitan saham baru akan dilakukan jika TBIG maupun Telkom dan Mitratel telah memenuhi persyaratan-persyaratan seperti dinyatakan dalam keterbukaan informasi di BEI tertanggal 8 Desember lalu, termasuk persyaratan dari OJK dan tennancy ratio yang dicapai oleh mitratel dalam waktu 10 tahun," paparnya.

Seperti diketahui, pada Oktober lalu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menandatangi tukar guling saham (share swap) dengan menukar kepemilikan sahamnya dalam entitas anak usaha, Mitratel dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) hingga 13,7 persen senilai total Rp 11,07 triliun.

Transaksi tersebut akan dilakukan dalam dua tahap dan dalam periode dua tahun, tahap awal TLKM telah menukar 49 persen kepemilikan saham di Mitratel dengan maksimal 290 juta saham baru TBIG atau setara 5,7 persen modal saham yang telah ditingkatkan melalui penerbitan saham baru dan tahap berikutnya TLKM akan menukar sisa 51 persen kepemilikan di Mitratel dengan 473 juta saham baru di TBIG.

TBIG berharap tenancy ratio meningkat menjadi dua kali dari posisi saat ini 1,7 kali melalui tukar guling saham tersebut. Pada tahap kedua ini, TBIG tidak lagi menggunakan Barclays sebagai penasehat dalam aksi korporasi tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon