Sekjen PDI-P: Jokowi Hanya Bisa Dipengaruhi Rakyat

Senin, 22 Desember 2014 | 20:57 WIB
MS
FB
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: FMB
Presiden Terpilih Joko Widodo (keempat kiri) dan Wapres terpilih Jusuf Kalla (keempat kanan) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati (ketiga kanan) memaparkan hasil pertemuan dengan petinggi partai politik koalisi Indonesia Hebat di Kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar Jakarta, Minggu (5/10).
Presiden Terpilih Joko Widodo (keempat kiri) dan Wapres terpilih Jusuf Kalla (keempat kanan) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati (ketiga kanan) memaparkan hasil pertemuan dengan petinggi partai politik koalisi Indonesia Hebat di Kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar Jakarta, Minggu (5/10). (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta - Hasil survei Cyrus Network yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) diintervensi oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai terlalu berlebihan. Sebab faktanya, Jokowi hanya bisa diintervensi oleh masyarakat.

"Pak Jokowi menjadi presiden yang berdaulat penuh, tanpa intervensi oleh pihak manapun, kecuali intervensi oleh rakyat indonesia," tegas Hasto di Lenteng Agung, Jakarta, Senin (22/12).

Terbukti Jokowi sangat sering melakukan kegiatan blusukan yang menjadi sumber dari berbagai kebijakan. Hal itu sudah dilakukan sejak Jokowi masih menjabat walikota di Solo dan gubernur di Jakarta.

Hasto lalu mengingatkan bahwa isu intervensi Megawati ke Jokowi itu adalah isu basi, yang terdengar ketika kampanye pilpres lalu untuk men-downgrade Jokowi.

Lebih jauh, Hasto juga menilai Cyrus Network terlalu berlebihan ketika melakukan survei yang juga menilai kinerja kabinet Pemerintahan Jokowi. Sebab menurutnya, terlalu dini untuk melakukan penilaian atas kinerja kabinet yang baru dibentuk beberapa bulan.

"Evaluasi Kabinet Kerja terlalu dini. Kita berikan kesempatan dan PDI-P akan menopang pemerintahan Jokowi-JK," tegas Hasto.

Publikasi survei Cyrus Network menyatakan ada penilaian masyarakat yang menganggap Presiden Jokowi dipengaruhi sejumlah tokoh dalam menyusun kabinet dan mengambil kebijakan. Di urutan pertama adalah Megawati Soekarnoputri dengan 83 persen, lalu Jusuf Kalla dengan persentase 72,8 persen, Surya Paloh 49,1 persen, Wiranto 35,7 persen, Muhaimin Iskandar 26,8 persen, dan Luhut Panjaitan sebesar 21,9 persen.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon