Bekasi Borong Prestasi Pemberdayaan Perempuan
Selasa, 23 Desember 2014 | 09:33 WIBJakarta - Mengakhiri tahun 2014, Kabupaten Bekasi memborong berbagai prestasi dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan tingkat nasional.
Prestasi berbagai kegiatan kelompok masyarakat itu hampir semuanya menyangkut pemberdayaan perempuan dalam rangka menciptakan ketahanan keluarga.
Prestasi itu adalah juara harapan II nasional dan Juara I Provinsi Jabar diraih Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) PUP Indah Kecamatan Babelan. Juara I Jabar kader PKK untuk Kecamatan Setu.
Kemudian juara I Jabar dalam Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) untuk Desa Setiasih, Kecamatan Taruma Jaya. Lalu juara I Jabar Lomba 10 Program Pokok PKK untuk Desa Pasir Sari Kecamatan Cikarang Selatan.
Selain itu juga menyabet juara II Jabar Lomba Kesra PKK KB-Kes untuk Desa Mangunjaya Tambun Selatan dan juara II Jabar Nakerwan oleh perusahaan PT Nippon Denso.
"Masih perlu kerja lebih keras untuk meningkatkan ketahanan keluarga," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga, Kabupaten Bekasi, Encep S Jaya, Senin (22/12).
Data di Bappeda Bekasi menunjukkan dari 428.155 keluarga yang ada, masih ada 10.484 keluarga yang belum memiliki rumah layak huni. Sebagian besar dari mereka masuk kategori belum sejahtera.
Karena itu Pemda Kabupaten Bekasi melalui sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) difokuskan untuk menangani keluarga yang belum sejahtera.
"Kita kerahkan semua yang ada. Tentu dengan didukung para kepala desa dan pengurusnya, PKK, para tokoh masyarakat, maupun organisasi lain yang ada," kata Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.
Kabupaten Bekasi dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonominya di atas 6%, lebih tinggi dari capaian nasional, karena didukung ribuan perusahaan yang tersebar di berbagai kawasan industri.
Sementara usaha kecil menengah tersebar di 23 tiga kecamatan dan 187 desa. Saat ini penduduk Bekasi 2,78 juta jiwa dengan jumlah keluarga sebanyak 428.155. Upah Minimum Provinsi (UMP) 2015 disepakati Rp 2,7 juta.
Beberapa lomba di atas antara lain menggunakan kritaria penilaian seperti masalah pemberdayaan wanita, produk unggulan PKK, pelaksanaan 10 program PKK, pengolahan sampah, kebersihan lingkungan, penghijauan, kesehatan keluarga hingga tingkat kesejahteraan warga, dan frekuensi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




