Bursa Saham AS Naik, Dow Jones Tembus 18.000

Rabu, 24 Desember 2014 | 08:30 WIB
HA
B
Penulis: Happy Amanda Amalia | Editor: B1
Bursa AS
Bursa AS (AFP)

London – Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan di hari kelima sehingga mendorong indeks saham Dow Jones Industrial Average melewati angka 18.000 untuk pertama kalinya.

Sementara Treasuries jatuh ketika data menunjukkan pertumbuhan ekonomi berada di laju tercepatnya dalam satu dekade. Ekuitas Eropa pun memperpanjang rally, naiknya nilai mata uang rubel dan minyak bum.

Sedangkan indeks The Standard & Poor’s 500 naik 0,4 persen ke rekor tertinggi pada pukul 09.30 waktu New York, sementara Dow rata-rata menambahkan 46,72 poin menjadi 18.006,16. Stoxx Europe 600 Index pun naik 0,5 persen menuju perolehan keuntungan keenamnya dalam kemenangan beruntun terpanjang sejak April.

Imbal hasil atau yield treasury mencatatkan tambahan empat basis poin menjadi 2,19 persen. The Bloomberg Dollar Spot Index nyaris menguat hingga ke tingkat tertinggi selama lima tahun, sementara rubel menguat 2,3 persen bersamaan dengan kenaikan minyak. Namun, obligasi Yunani merosot karena negeri tersebut gagal memiliki seorang presiden.

Amerika Serikat, negara dengan tingkat perekonomian terbesar di dunia ini pun mengalami lonjakan sebesar 5 persen di kuartal ketiga, sehingga meningkatkan laju tercepatnya sejak periode yang sama pada 2003. Hal ini karena kalangan konsumen dan bisnis Amerika Serikat membelanjakan lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

Selama empat hari sebelumnya, The S & P 500 melonjak 5,4 persen setelah Federal Reserve berjanji untuk bersabar pada saat penaikkan suku bunga yang membantu pemulihan saham dari kemerosotan yang terjadi di awal bulan ini. Amerika pun berencana menerbitkan data persediaan minyak pada Rabu (24/12).

"Perekonomian AS benar-benar berada di jalur untuk terus bertumbuh pada laju kecepatannya yang sehat," ujar David Wartenweiler, kepala investasi Habib Bank AG, melalui sambungan telepon dari Zurich.

"Bagian dari rebound yang saat ini kita saksikan telah menyadari bahwa aksi jual itu berlebihan," dia menambahkan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon