Pesawat Kembar NASA Dekati Bulan
Kamis, 29 Desember 2011 | 18:27 WIB
Untuk mempelajari asal muasal planet-planet
Sepasang pesawat antariksa kembar NASA akan mendekati orbit bulan akhir pekan nanti untuk mempelajari struktur subteranian dari Bulan untuk mengerti asal-muasal dari planet-planet.
Pesawat yang dinamai Gravity Recovery and Interior Laboratory (Grail A) akan mengorbiti bulan pada 31 Desember yang kemudian diikuti oleh Grail B pada 1 Januari, demikian terang NASA.
"Misi ini akan menulis ulang semua buku tentang evolusi Bulan," kata Maria Zuber, kepala peneliti Grail, dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Pesawat mini yang berukuran seperti mesin cuci dan bernilai US$500 juta itu diluncurkan 10 September silam dalam sebuah misi yang bertujuan untuk memetakan inti Bulan untuk pertama kalinya.
Mulai Maret nanti dua pesawat tanpa awak itu akan mengirim sinyal radio ke stasiun pemantau di Bumi yang oleh para ilmuwan akan diterjemahkan untuk menciptakan peta bidang gravitasi Bulan.
Dengan itu para ilmuwan mengharapkan fitur-fitur di bawah permukaan Bulan untuk pada akhirnya memahami asal muasal benda langit lain di sistem tata surya kita.
Berbeda dengan Apolo yang dikendarai Louis Amstrong dan rekan-rekannya yang hanya butuh waktu tiga hari untuk mencapai bulan, Grail A dan B butuh waktu tiga bulan.
Sepasang pesawat antariksa kembar NASA akan mendekati orbit bulan akhir pekan nanti untuk mempelajari struktur subteranian dari Bulan untuk mengerti asal-muasal dari planet-planet.
Pesawat yang dinamai Gravity Recovery and Interior Laboratory (Grail A) akan mengorbiti bulan pada 31 Desember yang kemudian diikuti oleh Grail B pada 1 Januari, demikian terang NASA.
"Misi ini akan menulis ulang semua buku tentang evolusi Bulan," kata Maria Zuber, kepala peneliti Grail, dari Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Pesawat mini yang berukuran seperti mesin cuci dan bernilai US$500 juta itu diluncurkan 10 September silam dalam sebuah misi yang bertujuan untuk memetakan inti Bulan untuk pertama kalinya.
Mulai Maret nanti dua pesawat tanpa awak itu akan mengirim sinyal radio ke stasiun pemantau di Bumi yang oleh para ilmuwan akan diterjemahkan untuk menciptakan peta bidang gravitasi Bulan.
Dengan itu para ilmuwan mengharapkan fitur-fitur di bawah permukaan Bulan untuk pada akhirnya memahami asal muasal benda langit lain di sistem tata surya kita.
Berbeda dengan Apolo yang dikendarai Louis Amstrong dan rekan-rekannya yang hanya butuh waktu tiga hari untuk mencapai bulan, Grail A dan B butuh waktu tiga bulan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




