Peresmian Alun-alun Bandung Tanpa Alas Kaki
Rabu, 31 Desember 2014 | 16:47 WIB
Bandung- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil beserta Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi Dedi Kusnadi Thamim meresmikan Taman Alun-alun Bandung yang selesai dipugar, Rabu (31/12). Peresmian ini menandakan proses revitalisasi satu dari 400 taman yang selesai dilakukan dalam kurun waktu empat bulan.
Uniknya, peresmian itu berlangsung tanpa alas kaki. Seluruh pejabat dan pengunjung yang sebagian besar anak-anak usia dini, memasuki kawasan terbuka alun-alun tanpa mengenakan alas kaki. Seluruh alas kaki itu disimpan di pinggiran rumput sintetis yang menutupi kawasan seluas empat ribu meter persegi. "Sensasi buka sepatu lebih menyenangkan, jadi tidak dilarang (pakai alas kaki)," kata Ridwan soal melepas sepatu untuk masuk kawasan publik itu seusai peresmian.
Saat cuaca panas, kenyamanan berjalan di atas rumput sintetis akan memberikan kesan siksaan tersendiri. Telapak kaki telanjang bisa terasa panas dan perih. "Tidak nyaman," kata Anwar Siswadi, salah seorang warga yang datang ke peresmian taman itu.
Untuk menghindari adanya sepatu atau alas kaki yang hilang, tambah Ridwan, pengelola taman bakal bekerjasama dengan Masjid Raya Bandung Jawa Barat. Selama ini, pengelola masjid sudah menyediakan tempat penitipan sepatu di bagian utara dan selatan masjid. Taman Alun-alun Bandung sendiri terletak di bagian timur masjid.
Ridwan juga menjelaskan pemasangan rumput sintetis yang menggunakan dana corporate social responsibility dari perusahaan properti ini agar rumputnya tidak rusak. Menurut dia, rumput sistetis lebih mudah perawatawannya dibandingkan rumput asli. "Lantai beton juga tidak memungkinkan rumput asli," tambah Ridwan.
Sejak direnovasi pada tahun 2003 silam, kawasan alun-alun yang luasnya mencapai 1,2 hektare itu memiliki tempat parkir bawah tanah dua lantai. Saat ini, kata Ridwan, lahan itu masih memungkinkan untuk menampung kendaraan bermotor milik pengunjung. "Nanti PKL (pedagang kaki lima) juga akan kita tertibkan di basement," terangnya.
Ridwan berharap, peresmian taman ini bisa mendorong tumbuhnya budaya baru di masyarakat Bandung. "Jadi, rekreasi akhir pekan tidak ke mal tapi ke taman, bawa tikar dan makan minum di sini. Asal buang sampah ke tempatnya," imbuh Ridwan sembari menambahkan pengunjung dilarang merokok dan makan permen karet di sana.
Suasana peresmian taman itu sendiri cukup sederhana. Panitia menggelar karpet merah di atas rumput sintetis. Karpet itu menjadi alas tempat duduk para pejabat dan tamu undangan. Masyarakat umum hanya menyaksikan proses itu dari luar area karpet. Banyak di antara pengunjung itu yang tidur-tiduran, menjaga anaknya yang berlarian, serta berfoto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




