Kado Tahun Baru, Obama Lepaskan Lima Tahanan Teroris dari Gitmo
Kamis, 1 Januari 2015 | 12:18 WIB
Amerika Serikat - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengawali tahun baru dengan membebaskan lima tahanan Penjara Guantanamo di Kuba ke Kazakhstan.
Guantanamo atau kerap disingkat Gitmo adalah penjara level maksimum yang digunakan untuk memenjarakan teroris. Laporan Badan Intelijen AS (CIA) baru-baru ini mengungkapkan tindak penyiksaan dalam interogasi tahanan yang melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Pembebasan ini dilakukan Obama untuk menjawab kritik atas tindakan penyiksaan yang terjadi di penjara kontroversial tersebut. Obama juga pernah berjanji akan mengosongkan Gitmo secara bertahap sebelum masa jabatannya selesai.
Sebanyak tiga warga negara Yaman dan dua warga negara Tunisia yang sudah menghabiskan waktu lebih dari 10 tahun di Guantanamo, direlokasi ke Kazakhstan dimana mereka akan menjalani hidup baru (resettlement).
Sepanjang tahun ini, AS telah memindahkan 28 tahanan dari Guantanamo. Kini, jumlah tahanan Guantanamo tersisa 127 orang.
Kazakhstan adalah sekutu Rusia, yang kini hubungannya kurang baik dengan AS. Namun, negara yang mayoritasnya muslim tersebut juga mempunyai hubungan baik dengan AS.
Tahanan asal Yaman tidak dikembalikan ke negara asal mereka karena kondisi keamanan di sana masih kacau.
Kelima tahanan yang dilepaskan memiliki kaitan dengan kelompok teroris Al Qaeda atau kelompok lain dan diduga hanya anggota "kroco" atau level rendah.
Ketiga tahanan asal Yaman adalah Asim Thabit Abdullah Al-Khalaqi, Muhammad Ali Husayn Khanayna dan Sabri Muhammad Ibrahim Al Qurashi. Sementara tahanan asal Tunisia bernama, Adel Al-Hakeemy dan Abdullah Bin Ali Al-Lufti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




