9 Tips Kurangi Asupan Kalori per Hari
Jumat, 2 Januari 2015 | 20:04 WIB
Amerika Serikat - Bila salah satu atau satu-satunya resolusi Anda di tahun baru ini adalah untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi berat tubuh, coba kurangi asupan kalori per hari. Ketimbang langsung mengubah gaya hidup dengan berdiet secara drastis -yang berisiko gagal- coba lakukan perubahan-perubahan kecil dari Womansday ini:
1. Latihan fisik di malam hari
Sesi latihan fisik di malam hari, bisa mengurangi rasa ingin mengudap. Menurut sebuah studi yang dilansir di jurnal Obesity pada tahun 2013, sistem sirkadia manusia membuat rasa lapar kerap muncul menjelang waktu tidur.
Anda bisa menghalau rasa lapar tersebut dengan rutin melatih fisik jelang waktu tidur. Sebab, melatih fisik membantu memberi sensasi kenyang, plus membakar kalori.
Hasil penelitian mengungkap, orang-orang yang melatih fisiknya dengan tipe latihan aerobik (seperti lari atau jalan cepat) setelah 12 pekan, merasa lebih kenyang saat melatih fisik di malam hari. Jadi, bila Anda tipe yang sulit menahan godaan untuk mengudap di malam hari jelang waktu tidur, coba lakukan jalan kaki cepat minimal 15 menit di usai makan malam.
2. "Cicil" asupan dalam sehari
Tergantung asupan harian Anda, coba atur konsumsi makanan per hari supaya tidak menumpuk di salah satu jam makan. Contoh, bila Anda biasa makan bubur oatmeal dicampur dengan potongan buah-buahan, seperti pisang, coba pisahkan. Makan bubur oatmeal tanpa buah di pagi hari, simpan pisangnya untuk dimakan menjelang makan siang -jam yang biasanya mulai ada rasa lapar. Atau, bila Anda biasa mengkonsumsi makanan pembuka, seperti salad sebelum menu utama di jam makan malam, coba dulukan konsumsi saladnya di sekitar pukul 17.00 saat ada rasa ingin mengudap. Dengan demikian, Anda jadi lebih bisa membagi konsumsi makanan sehat dalam sehari tanpa menambah kalori berlebihan.
3. Hewan peliharaan, khususnya anjing
Memelihara hewan, khususnya anjing bisa membantu membakar kalori harian. Bahkan, menurut periset di Michigan State University mengungkap, memelihara anjing membantu pemiliknya membakar sekitar 200 kalori ekstra per pekan. Rutin jalan kaki membantu kesehatan jantung pula.
4. Gunakan sosial media
Saat ini sudah jamak orang mengunggah makanan dan minuman yang dikonsumsi ke akun sosial medianya. Aspek sosial untuk "jaga image" di sosial media ternyata juga memengaruhi keputusan seseorang untuk mengunggah jenis posting di akun seseorang. Sosial media juga bisa membantu seseorang melihat kembali makanan serta minuman apa saja yang sudah dikonsumsi dalam sehari. Ini bisa menjadi pengingat bagi orang yang mencoba mengurangi asupan kalori yang berlebihan.
5. Makan sambil duduk
Pastikan Anda makan sambil duduk. Memang terdengar lucu, tetapi coba ingat-ingat, ada saja keadaan yang membuat Anda harus makan sambil berdiri, seperti saat menghadiri acara "standing party". Penelitian mengungkap, mengkonsumsi makanan sambil berdiri membuat orang merasa hanya mengkonsumsi cemilan ketimbang makan makanan berat. Sebab, bila tidak makan di situasi yang menunjukkan sedang makan makanan yang utuh, manusia cenderung ingin makan lagi. Pernah merasa lapar lalu lanjut makan di restoran padahal baru saja makan nasi dan lauk di sebuah pernikahan?
6. Sikat gigi usai makan malam
Menyikat gigi usai makan malam memberi sinyal kepada diri sendiri bahwa waktu makan sudah usai. Nafas segar memberi rasa tidak ingin mengotorinya lagi dengan makanan. Untuk membiasakan diri, bawalah paket sikat gigi dan odol di tas untuk segera menyikat gigi usai makan malam.
7. Dahulukan buah-buahan
Salah satu cara sehat untuk menghindari kalori tambahan adalah dengan mengkonsumsi buah-buahan sebelum jam makan utama. Direkomendasikan untuk mengkonsumsi buah yang harus dikupas terlebih dulu untuk memberi tanda ke otak bahwa Anda sudah mengkonsumsi sesuatu untuk mengatasi rasa lapar di sela-sela jam makan utama. Bila masih ada rasa lapar usai mengkonsumsi buah, coba lanjutkan dengan minum air putih.
8. Tertawa
Tawa yang tulus ampuh mengangkat mood sekaligus mengurangi stres. Diketahui, stres bisa menjadi alasan seseorang mengkonsumsi makanan yang tak dibutuhkan. Tawa diketahui ampuh mengurangi kortisol, yakni hormon stres yang kerap membuat seseorang ingin mengudap makanan tinggi lemak dan manis.
Studi yang dilansir di jurnal Obesity mengungkap, tertawa meningkatkan detak jantung dan membantu membakar kalori. Cara untuk menambah tawa di keseharian bisa mendengarkan siaran radio dengan pembawa acara lucu, menonton stand up comedy saat kencan, atau nonton video lucu di YouTube.
9. Sajian penutup yang agak pedas
Makanan yang agak pedas memberi tambahan sensasi rasa pada lidah sembari meningkatkan metabolisme tubuh, membantu membakar 50 kalori tambahan per hari. Saat ini, bila Anda cukup jeli mencari, ada beberapa merek cokelat yang diberikan tambahan cabai untuk menambah sensasi rasa. Hanya saja, pastikan cokelatnya minimal mengandung 70 persen kakao untuk menambah manfaat sehat untuk jantung dari antioksidannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




