Penerbangan Citilink di Halim Kembali Normal

Senin, 5 Januari 2015 | 16:49 WIB
AD
FB
Penulis: Aditya L Djono | Editor: FMB

Jakarta - Seluruh penerbangan maskapai Citilink Indonesia dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kembali beroperasi normal. Sebelumnya, penerbangan sempat terlambat akibat gangguan cuaca dan fasilitas lampu penerangan di runway.

"Dari 19 penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, sudah berjalan sesuai jadwal. Kita berharap kejadian sebelumnya tidak terulang kembali," kata Pelaksana Tugas President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (5/1).

Adapun 19 rute penerbangan Citilink di Bandara Halim adalah Halim-Solo (1 kali penerbangan pergi-pulang/PP), Halim-Malang (1 kali), Halim-Surabaya (5 kali), Halim-Semarang (3 kali), Halim-Yogyakarta (4 kali), Halim-Palembang (4 kali) dan Halim-Balikpapan (1 kali).

Penundaan penerbangan Citilink pada Sabtu (3/1) disebabkan dua hal. Pertama, faktor cuaca seperti hujan lebat dan jarak pandang di bawah standar minimum. Kedua, lampu di runway yang tidak menyala, sehingga pesawat tidak dapat terbang untuk beberapa waktu lamanya.

Kondisi tersebut mengakibatkan tiga penerbangan Citilink dengan tujuan Surabaya (dua penerbangan, masing QG-807 dan QG-809) dan satu penerbangan ke Yogyakarta (QG-102) pada sore dan malam hari mengalami delay lebih dari empat jam.

Sebagai dampaknya, Citilink memberi kompensasi kepada 320 penumpang dari tiga penerbangan tersebut berupa makan malam serta uang penginapan.

"Baru pada keesokan harinya, Citilink menerbangkan penumpang ke tujuan awal ke Surabaya dan Yogyakarta. Penumpang tujuan Surabaya diterbangkan lewat Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan juga penerbangan ke Malang. Sedangkan penumpang tujuan Yogyakarta tetap diterbangkan dari Bandara Halim dengan pesawat Citilink sendiri," kata Albert.

Albert yang sehari-harinya menjabat direktur keuangan, menjelaskan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura II yang mengelola Bandara Halim, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, dan menjamin operasional penerbangan yang aman dan nyaman bagi penumpang.

Menyinggung soal pemberian kompensasi, Albert menjelaskan bahwa kebijakan memberikan kompensasi kepada penumpang merupakan itikad baik dari manajemen Citilink. Pemberian ganti rugi tidak mesti dilakukan.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 77 Tahun 2011, tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, pada Pasal 13 diatur, membebaskan maskapai dari tanggung jawab atas ganti rugi akibat keterlambatan penerbangan yang disebabkan faktor cuaca dan/atau karena teknis operasional.

Faktor cuaca yang dimaksud antara lain hujan lebat, petir, badai, asap, jarak pandang di bawah standar minimum, ataupun kecepatan angin yang melampaui standar maksimal yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Faktor teknis operasional adalah, bandara tidak dapat digunakan untuk operasional pesawat udara, dan situasi lingkungan atau landasan udara terganggu fungsinya.

Bagi Citilink, menurut Albert, penundaan penerbangan pada akhir pekan lalu dapat dimaklumi guna menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan yang memang merupakan kebijakan prioritas bagi seluruh penerbangan.

Saat ini, anak perusahaan Garuda Indonesia itu melayani 182 frekuensi penerbangan harian dari Jakarta dan Surabaya ke 23 kota tujuan. Adapun kota-kota tujuan tersebut adalah Batam, Bandung, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Yogyakarta, Medan, Palembang, Padang, Makasar, Pekanbaru, Lombok, Bengkulu, Jambi, Semarang, Malang, Kupang, Pangkal Pinang, dan Tanjung Pandan, Solo, Surabaya, dan Palangka Raya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon