Wali Kota Jakut Rustam Effendi Dukung Normalisasi Waduk Pluit

Selasa, 6 Januari 2015 | 21:04 WIB
CF
B
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: B1
Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi, menunjukkan kunci unit rusun Muara Baru kepada jurnalis yang meliput prosesi pengunian rusun bagi warga sisi timur waduk Pluit Selasa, 6 Januari 2015.
Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi, menunjukkan kunci unit rusun Muara Baru kepada jurnalis yang meliput prosesi pengunian rusun bagi warga sisi timur waduk Pluit Selasa, 6 Januari 2015. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Rustam Effendi, Wali Kota Jakarta Utara yang baru saja dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Jumat (2/1) lalu, segera bergerak cepat untuk mendukung normalisasi Waduk Pluit sehingga Jakarta lebih siap menghadapi banjir pada tahun 2015 ini. Ia ikut menghadiri prosesi pengundian dan pembagian kunci rusunawa Muara Baru bagi warga penampang basah sisi timur Waduk Pluit pada Selasa (6/1) yang diadakan di kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

"Kami sangat mengapresiasi warga yang mau pindah dari bantaran waduk Pluit yang luasnya mencapai 80 hektar, apabila seluruh sisi bantaran waduk bebas dari permukiman warga maka fungsi penampungan air akan maksimal dan Jakarta bisa meminimalisir dampak bencana banjir maupun rob," ujar Rustam, Selasa (6/1) sore.

Relokasi sebanyak 7.000 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di area seluas 20 hektare di sekitar bantaran Waduk Pluit menurut Rustam bukan perkara yang mudah apabila pemerintah tidak bisa menyatu dengan masyarakat dan mencari solusi yang terbaik bagi mereka. "Penghuni yang selama ini tinggal di sekitar waduk Pluit tidak akan kita terlantarkan, tetap akan kita manusiawikan dengan menyediakan Rusunawa sebagai tempat pindah," lanjut Rustam.

Namun demikian, Rustam mengakui untuk memindahkan seluruh warga yang ada di sekitar bantaran Waduk Pluit, maka unit rumah susun yang dimiliki pemerintah Jakarta saat ini belum mencukupi. "Oleh sebab itu kami harapkan teman-teman di Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI agar bisa mewujudkan pembangunan 50.000 unit rusun tahun ini dengan dibantu oleh pihak pengembang," kata Rustam.

Rustam juga mengingatkan agar warga yang sudah mendapatkan unit rusun setelah dipindahkan dari lokasi yang dilarang untuk dihuni, seperti pinggir bantaran kali atau waduk, pinggir rel kereta api, ataupun lahan milik pemerintah, agar tidak memperjual-belikan unit rusun yang ia terima. "Kami ingin pemberian rusun ini tepat sasaran, maka itu kami upayakan semaksimal mungkin warga dipindahkan ke rusun yang jaraknya berdekatan dengan hunian yang ia tinggali selama ini, sehingga mereka masih dapat mencari nafkah," tutup Rustam. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon