APLN Raih Izin Reklamasi Pluit
Rabu, 7 Januari 2015 | 17:06 WIB
Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), melalui anak usahanya PT Kencana Unggul Sukses dan PT Muara Wisesa Samudra, akhirnya meraih izin untuk melaksanakan reklamasi Pluit City. Izin diberikan berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 2238/2014.
"Dengan begitu, perseroan dapat segera mulai melakukan pembangunan tanggul penahan, pengurugan material, dan pematangan lahan untuk pembentukan pulau baru," kata Manajemen Agung Podomoro dalam keterangan resmi, Rabu (7/1).
Sesuai rencana, Pluit City dikembangkan seluas 160 hektar yang terbagi dalam lima tahap pembangunan. Di dalamnya mencakup ruko dan villa sebanyak 1.200 unit, 15.000 unit apartemen dalam 20 menara, perkantoran, hotel, perumahan, pusat belanja, taman (central park) seluas 8 ha, outdoor dan indoor plaza seluas 6 ha. Tahap pertama seluas 30 hektar akan dibangun untuk ruko, dan villa, serta taman.
Proyek senilai Rp 55 triliun ini merupakan bagian dari pengembangan 17 pulau buatan. Selain PT Muara Wisesa Samudra, pengembang lainnya yang mendapat konsesi pengembangan lahan baru ini adalah PT Pelindo yang menggarap 1 pulau, PT Manggala Krida Yudha 1 pulau, PT Pembangunan Jaya Ancol 4 pulau, PT Jakarta Propertindo 2 pulau, PT Jaladri Kartika Ekapaksi 1 pulau, dan PT Kapuk Naga Indah 5 pulau.
Sementara itu, proyek perseroan lainnya yaitu SOHO Pancoran, akan dibangun di atas lahan seluas 7.795 meter persegi. Kawasan ini akan memiliki dua menara North Wing dan South Wing. North Wing Tower akan memiliki sebanyak 20 lantai dengan 12 unit SOHO di setiap lantai, sedangkan South Wing Tower memiliki ketinggian 30 lantai dengan 14 unit di setiap lantai.
Wakil Presiden Direktur Agung Podomoro Indra Wijaya pernah mengatakan, pihaknya siap menambah belanja modal (capital expenditure/capex) menjadi Rp 6 triliun pada 2015, tumbuh 20 persen dibandingkan alokasi tahun ini sebesar Rp 5 triliun. Dana capex akan digunakan untuk pengembangan proyek properti baru.
Terkait pembiayaan capex, kata Indra, pihaknya akan mengandalkan kombinasi dana internal dan eksternal. Adapun pendanaan eksternal akan diperoleh melalui emisi obligasi berkelanjutan. "Sebelumnya, kami sudah menerbitkan obligasi senilai total Rp 2,5 triliun," kata Indra, saat dijumpai di Nusa Dua, Bali, baru-baru ini.
Sesuai rencana, perseroan akan menggelar lagi penawaran umum berkelanjutan (PUB) tahap III senilai Rp 550 miliar. Obligasi ini berjangka waktu lima tahun dengan tingkat kupon 12,5 persen per tahun.
Agung Podomoro akan menyerap hasil penerbitan PUB tahap III untuk pengembangan usaha di bidang properti di Jakarta, Bandung, Bali, dan Balikpapan, melalui perseroan maupun entitas anak. Pengembangan usaha tersebut adalah akuisisi lahan atau perusahaan yang memiliki proyek properti.
Dalam aksi tersebut, PT CIMB Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities akan menjadi penjamin emisi obligasi, sementara, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan menjadi wali amanat. Masa penawaran obligasi berlangsung pada 12-16 Desember 2014.
Adapun obligasi diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengganjar Single A untuk PUB tahap III tersebut.
Lebih jauh, Indra menambahkan, pihaknya menargetkan penjualan atau marketing sales sebesar Rp 6,5 triliun pada 2015, tumbuh 8,3 persen dibandingkan target realisasi tahun ini sebesar Rp 6 triliun. Dia mengungkapkan, perkiraan ini tanpa memperhitungkan proyek baru reklamasi Pluit.
"Jika tanpa proyek baru, marketing sales kita akan tetap tumbuh," kata dia.
Hingga Oktober 2014, Agung Podomoro membukukan marketing sales sebesar Rp 5,05 triliun. Penjualan ditopang oleh proyek Pakubuwono Springs yang memberikan kontribusi sebesar 21,8 persen, proyek Orchard Batam sebesar 20,1 persen, Harco Glodok sebesar 18,9 persen, Podomoro City Extension sebesar 11 persen, serta Plaza Kenari Mas dan Grand Taruma sebesar masing-masing 4,9 persen dan 4,4 persen.
Adapun proyek perseroan lainnya, seperti Vimala Hills memberi kontribusi 4,0 persen lalu Metro Park Residences sebesar 3,5 persen, Borneo Bay Residences dengan 3,3 persen, Podomoro City Deli Medan sebesar 3,0 persen, Ballroom@Baywalk Mall dan Soho Pancoran masing-masing memberi kontribusi 2,6 persen dan 1,9 persen.
Selama kuartal III - 2014, Agung Podomoro membukukan penjualan sebesar Rp 3,5 triliun atau tumbuh 2,9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,4 triliun. Sekitar Rp 1 triliun atau 28,5 persen dari total pendapatan merupakan recurring income atau pendapatan berulang, tumbuh 32,7 persen dibandingkan Rp 762,6 miliar pada kuartal III – 2013.
Pertumbuhan recurring income disebabkan peningkatan kinerja dari pusat-pusat belanja Central Park dan Baywalk, Hotel Pullman Jakarta Central Park, Amaris Thamrin City, serta penambahan kontribusi dari Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort dan Plaza Kenari Mas.
Sementara itu, laba kotor meningkat sebanyak 4 persen, dari Rp 1,6 triliun pada kuartal III – 2014 menjadi Rp 1,7 triliun pada periode sama tahun ini. Adapun marjin laba kotor meningkat menjadi 50 persen dari sebelumnya 48,5 persen. Meski demikian, laba bersih selama periode Januari – September 2014 tercatat sebesar Rp 506,5 miliar atau turun 15,2 persen dibandingkan periode sama 2013 sebesar Rp 597,5 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




