Terkepung, 2 Tersangka Charlie Hebdo Katakan Ingin Mati Syahid

Jumat, 9 Januari 2015 | 20:18 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Cherif Kouachi (kiri), dan saudaranya Said Kouachi (kanan), tersangka penyerangan di kantor Surat Kabar Charlie Hebdo, Paris, Prancis, Rabu (7/1).
Cherif Kouachi (kiri), dan saudaranya Said Kouachi (kanan), tersangka penyerangan di kantor Surat Kabar Charlie Hebdo, Paris, Prancis, Rabu (7/1). (AFP)

Paris - Dua tersangka penyerangan kantor majalah Charlie Hebdo di Paris terkepung di sebuah bangunan, dan dalam negosiasi dengan petugas mereka mengatakan ingin mati sebagai martir, Jumat (9/1) waktu setempat.

Drama ini merupakan kelanjutan pembunuhan 12 orang di dalam dan dekat kantor majalah itu Rabu lalu, dan pembunuhan seorang polisi wanita di pinggiran Paris dalam insiden terpisah oleh pelaku berbeda hari berikutnya.

Tersangka Cherif Kouachi, 32, dan kakaknya Said, 34, bersembunyi di sebuah gudang pabrik percetakan di kota Dammartin-en-Goele dan menyekap sedikitnya seorang sandera.

"Mereka bilang ingin mati sebagai martir," kata Yves Albarello, seorang anggota DPR yang berada di dalam pos komando polisi di kota itu, seperti disiarkan televisi Prancis i-Tele.

Audrey Taupenas, juru bicara kota Dammartin-en-Goele, mengatakan para pejabat pemerintah bicara lewat telepon dengan dua bersaudara itu. Para tersangka setuju sebuah sekolah dekat lokasi pengepungan dikosongkan.

Dari tayangan televisi terlihat sedikitnya delapan bus disiapkan untuk mengangkut para murid.

Sementara itu di Paris, si tersangka pembunuh polwan menyekap seorang sandera di sebuah toko kelontong. Dia kabur dengan menumpang kendaraan metro setelah melakukan aksinya Kamis kemarin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon