AS Keluarkan “Travel Warning” Pasca-Serangan Teror

Sabtu, 10 Januari 2015 | 07:04 WIB
YS
B
Penulis: Yuliantino Situmorang | Editor: B1
Sejumlah polisi Prancis bergerak mengambil posisi di  Porte de Vincennes Paris, 9 Januari 2015, tempat penyanderaan di sebuah supermarket.
Sejumlah polisi Prancis bergerak mengambil posisi di Porte de Vincennes Paris, 9 Januari 2015, tempat penyanderaan di sebuah supermarket. (AFP Photo)

Washington - Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan travel warning atau peringatan perjalanan skala global setelah serangan teror baru-baru ini di Prancis, Australia, dan Kanada.

Peringatan tersebut keluar beberapa jam setelah polisi Prancis menewaskan tiga penyandera dalam dua insiden. Dua orang diyakini bertanggung jawab atas serangan Rabu kemarin di majalah satire di Paris. Dua belas orang tewas dalam serangan itu dan menjadi insiden teror paling mematikan di Prancis dalam beberapa dekade.

Peringatan perjalanan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS itu menyebutkan, serangan terhadap AS semakin menguat.

Hal ini juga mengutip adanya peningkatan risiko pembalasan terhadap AS dan negara Barat lainnya terkait intervensi yang dipimpin AS terhadap gerilyawan Negara Islam (IS) di Suriah dan Irak.

Peringatan perjalanan itu juga mengutip tentang adanya kebuntuan penyanderaan yang terjadi bulan lalu di sebuah kafe di Sydney, Australia, dan pembunuhan prajurit dekat parlemen Kanada, Oktober lalu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon