PD PAM Targetkan Tingkat Kehilangan Air 30%
Sabtu, 10 Januari 2015 | 19:50 WIBJakarta - Guna meningkatkan pelayanan air bersih di Jakarta dalam persiapan pelaksanaan Asian Games 2018, Perusahaan Daerah Perusahaan Air Minum (PD PAM Jaya) menargetkan menurunkan non revenue water (NRW) atau tingkat kehilangan air menjadi 30 persen di tahun ini.
Penurunan NRW tersebut harus dicapai oleh kedua operator air bersih mitra PD PAM Jaya, yaitu PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Karena pada tahun lalu, rata-rata NRW baru mencapai 40 persen.
Direktur Utama PD PAM Jaya, Sri Widyanto Kaderi mengatakan sebenarnya target penurunan NRW untuk kedua operator air bersih itu berbeda. Di tahun 2015, Palyja ditargetkan dapat menurunkan NRW sebesar 36 persen dan Aetra sebesar 33 persen.
"Tetapi keinginan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur lain. Kedua operator ini harus dengan cepat menurunkan NRW di tahun ini. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) PD PAM Jaya, tahun 2015, NRW harus mencapai 33 persen. Makanya kami akan kejar penurunan NRW tahun ini ke angka 30 persen," kata Sri, Sabtu (10/1).
Meski saat ini rata-rata tingkat kehilangan air kedua operator air bersih berada di angka 40 persen, Sri tetap optimistis dapat mencapai target tersebut.
Pihaknya bersama Palyja dan Aetra bekerja sama dengan aparat penegak hukuk akan terus melakukan penertiban sambungan ilegal yang mengakibatkan tingginya tingkat kehilangan air.
"Kami optimis bisa mengejar penurunan 10 persen agar target 30 persen dapat tercapai. Kita harus optimis lah. Mudah-mudahan dengan kerjasama dengan aparat penegak hukum seperti polisi dan kejaksaan yang kita jalin,dapat membantu penurunan tingkat kehilangan air. Termasuk imbauan ke warga perlu kita bina juga," ujarnya.
Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta, Mohammad Selim mengatakan tingkat kehilangan air di tahun 2014 sudah mencapai 41,6 persen. Jumlah ini sudah menurun cukup banyak bila dibandingkan dengan NRW pada awal masa konsesi yang mencapai 57,52 persen.
"Investasi kami setiap tahunnya, paling besar kami alokasikan untuk menurunkan kebocoran air atau kehilangan air," kata Selim.
Upaya keras tiap tahun yang dilakukan Aetra, sedikit demi sedikit bisa membuahkan hasil yang baik. Tahun ini, Aetra menargetkan dapat melakukan penurunan NRW hingga 38 persen.
"Tahun depan kita mencanangkan penurunan NRW menjadi 38 persen, dengan investasi Rp 170 miliar," ujarnya.
Langkah yang dilakukan untuk penurunan NRW, lanjutnya, antara lain, melakukan perang terhadap kegiatan sambungan ilegal, mendukung zero deepwell, dan melakukan investasi untuk meningkatkan pelanggan.
"Tidak hanya itu, kami akan menambah perbaikan jaringan. Serta mengolah limbah dengan program Decanter yang merupakan teknologi pertama di PAM se-Indonesia," ungkapnya.
Sementara, Wakil Presiden Direktur PT Palyja, Herawati Prasetyo mengatakan tingkat kehilangan air di tahun 2014 mencapai 39,6 persen. Angka ini sudah jauh menurun dibandingkan NRW di tahun 1998 yang mencapai 59,4 persen.
"Untuk tahun ini, kami menargetkan penurunan NRW sebesar 38,5 persen," ujarnya.
Diakuinya, target penurunan NRW di tahun 2015 cukup kecil dari tahun lalu. Karena, untuk menekan tingkat kehilangan air, pihak mereka harus melakukan perbaikan pipa distribusi air yang usianya sudah cukup tua.
"Jaringan pipa kami sudah lama. Kami membutuhkan dana yang cukup besar untuk melakukan pergantian pipa. Makanya target PD PAM Jaya untuk melakukan penurunan NRW 30 persen sangat tidak mungkin kami lakukan," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




