4 Terduga Teroris Poso Jalani Pemeriksaan Intensif
Minggu, 11 Januari 2015 | 19:41 WIB
Palu - Empat terduga teroris berinisial S, A, H dan R yang ditangkap di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/1) masih menjalani pemeriksaan intensif, dan rencananya akan dibawa ke Kota Palu.
"Kami belum tahu kapan diperiksa di Palu, nanti kalau ada informasi baru saya kabari," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto di Palu, Minggu (11/1).
Dia mengatakan, operasi penangkapan kelompok sipil bersenjata di Sulawesi Tengah di bawah koordinasi Densus 88 Antiteror, dan mereka langsung berhubungan dengan Mabes Polri, bukan Polda Sulawesi Tengah.
"Jadi segala sesuatunya akan disampaikan Divisi Humas Mabes Polri," kata mantan Kepala Polres Buol ini.
S alias I yang tinggal di Kayamanya, Lorong Mesjid Nurul Falah, Kampung Wotu, Kabupaten Poso ditangkap Densus 88 pada pukul 11.30 Wita di Jalan Pulau Sabang, Poso.
Polisi menduga S merupakan kurir logistik kelompok Mujahidin Indonesia Timur, dan membantu menyembunyikan DPO Daeng Koro dan Santoso. Ia juga diduga sebagai penerima kiriman dana dari luar Sulteng dan mengurus keuangan kelompok MIT.
Sementara, penangkapan berikutnya yakni R alias A yang beralamat di Jalan Pulau Sabang, Poso. R alias A pernah ikut pelatihan militer di Kabupaten Morowali pada 2007, membantu mengurus pembelian logistik MIT, serta membantu pelarian Daeng Koro dan Santoso. Penangkapan selanjutnya adalah H dan istrinya R.
"Keduanya ditangkap di depan SMP 4 Poso pada Sabtu (10/1) pukul 14.15 Wita," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronni F Sompi di Jakarta.
Dia menjelaskan, H terlibat dalam pengurusan dana kelompok MIT dan menyiapkan logistik kawanan teroris di bawah pimpinan Santoso itu.
"Kalau istri H berperan sebagai penyedia rekening penampung uang hasil pengumpulan dana," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




