Jokowi: Pindad Bagus, Hanya Kurang Pemasaran
Senin, 12 Januari 2015 | 15:27 WIB
Bandung- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai badan usaha milik negara (BUMN) PT Pindad memiliki manajemen yang baik. Selain itu, alur produksi perusahaan itu sudah tepat mulai dari pengolahan bahan mentah hingga perakitan.
"Tapi yang harus diberi dorongan untuk berlipat, tergantung marketing-nya, jangan cuma mengandalkan TNI (Tentara Nasional Indonesia), Polri, dan kementerian, tapi pasar-pasar luar," kata Jokowi di kompleks PT Pindad Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1).
Tempat produksinya menurut Jokowi juga sudah baik. Oleh karena itu, Presiden meminta Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN). Namun PMN bertahap. Pada awalnya Rp 700 miliar dan jika menunjukkan kemajuan maka PMN akan "disuntik" kembali.
"Sama. Semuanya industri pertahanan kita dorong," kata dia lagi.
Selain itu, Presiden juga mendorong pemasaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) produksi PT Pindad tak juga ditambah alokasinya untuk komersial.
Hingga saat ini, 95 persen alutsista Pindad ditujukan untuk kebutuhan dalam negeri sementara lima persen untuk ekspor. Dari 95 persen itu, 20 persen untuk komersil.
"Sudah (komersial) tapi persentasenya masih kecil," kata presiden.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




