2 Warga Poso Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal

Kamis, 15 Januari 2015 | 23:32 WIB
1
B
Penulis: 159/J-11 | Editor: B1
Sejumlah aparat gabungan TNI/Polri membawa kantong mayat jenazah warga sipil yang diduga ditembak mati kelompok sipil bersenjata, di pegunungan Patingkea di desa Tamadue, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (25/12).
Sejumlah aparat gabungan TNI/Polri membawa kantong mayat jenazah warga sipil yang diduga ditembak mati kelompok sipil bersenjata, di pegunungan Patingkea di desa Tamadue, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (25/12). (Antara/Zainuddin MN)

Palu - Aksi penembakan warga kembali terjadi di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dua warga Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir, bernama Tomi Alipa (20) dan Papa Rineng (50), tewas ditembak orang tak dikenal, Kamis (15/1) sore sekitar pukul 17.00 Wita.

Menurut Pdt Renaldy Damanik dari Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), yang dihubungi SP, Kamis (15/1) malam, kedua korban ditembak saat dalam perjalanan pulang dari kebunnya sekitar 2 kilometer dari Tangkura.

Saat itu, kata Damanik, Tomi berjalan bersama ibu serta kakak perempuannya, namun saat melewati Sungai Moko, keduanya mampir buang air kecil di sungai tersebut, sedangkan Tomi berjalan terus menuju kampung.

Tapi tak berapa lama, terdengar bunyi tembakan, namun ibu dan kakak perempuan Tomi, tak memiliki kecurigaan sedikit pun. Seusai buang air kecil, keduanya melanjutkan perjalanan, dan tiba-tiba keduanya berpapasan dengan sekitar delapan orang berpakaian hitam-hitam dan bersenjata laras panjang lewat di sungai itu.

Kedelapan orang itu pun berhenti dan mengingatkan ibu dan kakak perempuan Tomi, agar tak berbicara kepada siapapun tentang apa yang mereka lihat saat itu.

"Kedelapan orang itu menyebutkan bahwa mereka hanya membalas dendam, dan melarang ibu serta kakak perempuan Tomi, tak menceritakan kepada siapa pun tentang apa yang mereka lihat," kata Damanik, menirukan keterangan ibu dari Tomi.

Setelah itu, ibu dan kakak perempuan Tomi melanjutkan perjalanan, namun baru sekitar 10 meter berjalan kaki, alangkah terkejutnya mereka melihat tubuh Tomi yang sudah terkapar bersimbah darah dengan mata sebelah kanan yang tembus peluru.

Dalam pada itu, terdengar juga lagi suara tembakan di tempat lain, dan ketika diperiksa ternyata ditemukan tubuh Papa Rineng yang juga sudah bersimbah darah tewas terkena tembakan.

Tak ayal lagi, warga kampung setempat yang ikut mendengar bunyi tembakan dan melihat jatuhnya korban, langsung melaporkan ke aparat terdekat.

Menurut Damanik, sekitar 30 anggota Brimob diterjunkan ke lokasi kejadian, sementara jenazah Tomi, Kamis malam, sudah dievakuasi ke RS Poso. Warga di Tangkura dan sekitarnya saat ini banyak yang ketakutan karena peristiwa itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon