RS Mitra Keluarga Naikkan Target Dana IPO Hingga US$ 400 Juta

Senin, 19 Januari 2015 | 10:11 WIB
FN
FB
Penulis: Farid Nurfaizi | Editor: FMB
Rumah Sakit Mitra Keluarga
Rumah Sakit Mitra Keluarga (Istimewa)

Jakarta – Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga, unit usaha Grup Kalbe, menaikkan target perolehan dana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham menjadi US$ 300-400 juta (Rp 3,8 triliun- Rp 5 triliun) dari sebelumnya US$ 200-300 juta. Aksi korporasi itu digadang-gadang menjadi calon IPO terbesar di Indonesia tahun ini.

"RS Mitra Keluarga menargetkan dana IPO sampai US$ 400 juta. Pelaksanaannya pada kuartal I tahun ini," ungkap sumber Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia menegaskan, saat ini, RS Mitra Keluarga masih membahas jumlah saham yang bakal dilepas ke publik, termasuk kisaran harga penawaran. Adapun pencatatan perdana (listing) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada Maret 2015.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan perolehan dana IPO yang besar, RS Mitra Keluarga bakal agresif membangun rumah sakit. Dia yakin target dana IPO tidak akan terpangkas seperti dialami beberapa emiten yang menggelar IPO pada akhir 2014.

"Tahun lalu ada pemilu, situasi politik itu membuat para emiten mengurungkan niat IPO atau menurunkan targetnya. Tapi kondisinya mulai berbeda pada awal 2015," tutur dia.

Sebelumnya, RS Mitra Keluarga dikabarkan akan mulai menjajaki minat investor (pre-marketing) pada akhir Januari atau paling lambat awal Februari 2015.

Perseroan menunjuk PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter). Perseroan juga mengajak Morgan Stanley dan UBS sebagai senior underwriter, serta CIMB sebagai junior underwriter.

Kabar IPO RS Mitra Keluarga sebenarnya muncul sejak pertengahan tahun lalu. Semula IPO tersebut ditargetkan terlaksana pada akhir 2014 atau selambat-lambatnya awal 2015. Tahun lalu, RS Mitra Keluarga tercatat sebagai satu dari 30 calon emiten baru.

Namun, tahun lalu, IPO calon emiten baru kurang maksimal. Beberapa perusahaan memangkas target dana dan jumlah saham yang dilepas. PT Blue Bird Tbk (BIRD), yang digadang-gadang bakal menjadi calon IPO terbesar tahun lalu, justru menurunkan jumlah saham yang dilepas menjadi 376,5 juta saham atau sekitar 15 oersen. Dengan IPO Rp 6.500 per saham, operator taksi itu meraup dana Rp 2,4 triliun.

Perolehan dana tersebut jauh di bawah target yang mencapai Rp 4,9 triliun, dengan harga pelaksanaan Rp 7.200-9.300 per saham. Semula jumlah saham yang akan dilepas sebanyak 531,4 juta saham atau setara 20 persen.

Kemudian PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Perusahaan pelayaran itu melepas 1,05 miliar (15 persen) saham dan berhasil menghimpun dana Rp 582,45 miliar dari hasil IPO pada Desember 2014. Soechi harus dua kali memangkas target jumlah dan harga saham IPO.

Semula, Soechi menargetkan mampu meraup dana IPO sekitar Rp 2 triliun, kemudian direvisi turun menjadi Rp 1,4 triliun. Perseroan sebelumnya berencana melepas 30 persen saham dengan kisaran harga Rp 600-800 per saham.

Sementara itu, PT Archi Indonesia, yang juga digadang-gadang bakal menjadi IPO terbesar 2014, justru menunda rencana IPO. Archi sempat membuka harga penawaran pada kisaran Rp 1.895-2.445 per saham. Perseroan berniat melepas 1,6 miliar saham atau setara 40,4 persen. Unit usaha Grup Rajawali itu mengincar dana IPO sekitar Rp 3-3,9 triliun.

Selain itu, PT Karisma Aksara Mediatama juga menunda rencana IPO. Tahun lalu, Toko Buku Karisma itu sempat menawarkan harga perdana Rp 175-240 per saham. Perseroan berencana melepas 535,82 juta saham atau setara 30 persen. Perseroan membidik dana IPO sekitar Rp 93,7-128,6 miliar.

Optimisme

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengungkapkan, pihaknya masih optimistis mencapai target emiten baru sebanyak 32 perusahaan pada 2015. Otoritas bursa itu bahkan akan berupaya secara maksimal untuk melampaui target tersebut.

Selain IPO, BEI akan menyambut kedatangan emiten baru melalui pencatatan kembali (relisting). Saat ini, dua perusahaan sudah menyatakan minatnya untuk relisting, yaitu PT Mitra Energi Persada dan PT Bukaka Teknik Utama.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, Bukaka sudah menyampaikan keinginan relisting kepada BEI. "Sekarang baru sounding saja, nanti relisting menggunakan laporan keuangan per Desember 2014," ungkap Hoesen.

Lebih lanjut Hoesen mengungkapkan, rencana relisting Bukaka tahun ini menyusul optimisme perseroan terhadap visi pemerintah yang sejalan dengan lini bisnis perseroan. Saat ini, Bukaka bergerak di beberapa bidang usaha, antara lain infrastruktur dan konstruksi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon