BPPT Luncurkan Beragam Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam

Senin, 19 Januari 2015 | 13:25 WIB
AR
B
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: B1
Logo BPPT
Logo BPPT (JG Photo/Safir Makki)

Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali mendesiminasi dan meluncurkan berbagai produk inovasi Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (PTISDA).

Kepala BPPT, Unggul Priyanto mengatakan, melalui peluncuran dan desiminasi ini, teknologi yang telah dikembangkan dan siap diaplikasikan tentu harus diketahui oleh publik dan mitra.

"Beberapa teknologi bahkan sudah ada yang memakainya, seperti Kementerian kelautan dan Perikanan," katanya di sela-sela peluncuran Produk Inovasi PTISDA Untuk Indonesia Jaya, di Auditorium BPPT, Jakarta, Senin (19/1).

Produk inovasi yang didesiminasikan kepada mitra atau pengguna, antara lain perangkat lunak Sistem Penjejak Ikan nan Cerdas (Sikbes-Ikan), BPPT's Electronic Logbook for Fishery Observation System (BELFOS), Perangkat lunak HyperSRIsoft (model prediksi produktivitas padi berbasis teknologi hiperspektral dan machine learning), metode kerangka sampel area (KSA), Model Akuntansi Sumber Daya Lahan Sawah (Morena).

Selain itu ada pula Sistem Informasi Dispersi Asap dan Polutan (Sidian), Sistem Informasi Hujan dan Lava Dingin Jawa Tengah Berbasis Spasial (Sijawah), Sistem Prediksi Banjir Berbasis Pembelajaran Mesin/machine learning (Sibanyumaning), Sistem Informasi Potensi Investasi (SIPI), Sistem Informasi Kebakaran Hutan Berbasis Keruangan (Siarang).

Di samping itu, ada juga model peramalan organisma pengganggu tumbuhan berbasis WEBGIS, metode analisis objek bawah permukaan dengan georadar dan geolistrik, perangkat lunak akunting sumber daya alam pesisir berbasis expert system, perangkat lunak sistem informasi akutansi sumber daya alam terpadu dan Sistem Informasi Hot Spot Berbasis Spasial (Si-Hots).

Dalam kesempatan itu, BPPT juga menandatangani nota kerja sama dengan PT Donggi Senoro LNG. Presiden Direktur PT Donggi Senoro LNG, Gusrizal mengungkapkan, PT Donggi bergerak di bidang gas di Banggai, Sulawesi Tengah. Dalam pengembangan program tanggungjawab sosial, perusahaan ingin memberi kontribusi kepada masyarakat sekitar di darat maupun perairan.

"Kami bekerja sama dengan institusi yang cakap di bidangnya, yakni BPPT, agar bisa berkontribusi maksimal di bidang perairan," ucapnya.

Nantinya PT Donggi Senoro LNG akan memanfaatkan sistem atau teknologi penangkapan ikan, agar nelayan bisa mudah mencari ikan. Gusrizal merasa perlu berkontribusi di bidang perairan, karena laut penting dalam menunjang aktivitas perusahaannya.

Selain itu, teknologi Sikbes maupun BELFOS bisa digunakan untuk mengetahui potensi ikan dan ombak alur pelayaran.

Unggul menambahkan, teknologi yang dipakai berbasis remote sensing. "Jadi bisa diketahui kapan banyak ikan di perairan yang dituju, sehingga nelayan tidak asal melaut, tetapi sudah ada panduannya," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon