Kanker Anak Sulit Dideteksi, YAI Gencar Berikan Edukasi

Selasa, 27 Januari 2015 | 17:21 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Pinta Manullang Panggabean, Ketua Yayasan Anyo Indonesia (YAI)
Pinta Manullang Panggabean, Ketua Yayasan Anyo Indonesia (YAI) (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta - Pengetahuan masyarakat tentang bahaya kanker diperkirakan memang kurang cukup memadai. Hal ini terlihat dari banyaknya pasien kanker yang baru berobat ketika penyakitnya sudah mencapai stadium lanjut. Padahal, bila ditemukan lebih dini, peluang untuk sembuh menjadi lebih besar.

Untuk kasus kanker anak, kondisinya lebih memprihatinkan lagi. Berbeda dengan kanker pada orang dewasa yang dapat dicegah, menurut dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Edi Tehuteru, kanker anak justru tidak dapat dicegah, bahkan sulit untuk dideteksi. Satu-satunya jenis kanker anak yang bisa dideteksi hanyalah retinoblastoma atau kanker bola mata saja.

Fakta inilah yang kemudian mendorong Yayasan Anyo Indonesia (YAI) untuk membantu pemerintah mengedukasi masyarakat akan bahaya kanker. Dalam kaitannya dengan kanker anak, yayasan ini berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mengetahui dan mewaspadai gejala kanker anak.

"Selain menyediakan rumah sementara untuk pasien kanker anak yang sedang berobat di Jakarta, YKI juga melakukan program penyuluhan kanker anak. Tujuannya supaya masyarakat dapat mewaspadai kanker pada anak sejak dini agar lebih cepat tertangani," kata Pinta Manullang-Panggabean selaku Ketua YAI di Jakarta, Selasa (27/1).

Setiap bulannya, YAI pengadakan penyuluhan rutin di "Rumah Anyo" untuk masyarakat dengan mengundang dokter sebagai pembicara. "Tidak harus di 'Rumah Anyo', kami juga bisa diundang untuk memberikan penyuluhan tanpa dikenakan biaya alias gratis untuk wilayah Jabodetabek," jelas Pinta.

Selain itu, tidak kurang dari 8.000 eksemplar buku "Waspada & Kenali Kanker Pada Anak Sejak Dini" juga sudah disebar YAI kepada masyarakat secara gratis. "Buku ini sangat membantu masyarakat awam agar lebih peduli dengan bahaya kanker. Ke depannya kami harapkan bisa terus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan di setiap daerah agar informasi ini bisa semakin tersebar luas," harap Pinta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon