Foke: RT-RW Ujung Tombak Pembangunan

Rabu, 4 Januari 2012 | 15:38 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. (Antara/Dhoni Setiawan)
"Siapa yang paling tahu masalah lingkungan tempat tinggal masing-masing? Yang paling tahu adalah pak Lurah, RW, RT, dan warganya. Tidak mungkin  Walikota lebih paham dari Lurah. Bahkan, seorang gubernur pun tak tahu.  Mereka yang paling tahu dan memang harus tahu."

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menyatakan instansi pemerintah tingkat bawah seperti RT atau RW adalah ujung tombak pembangunan kesejahteraan masyarakat, yang bertumpu pada kekuatan warganya.
 
"Siapa yang paling tahu masalah lingkungan tempat tinggal masing-masing? Yang paling tahu adalah pak Lurah, RW, RT, dan warganya. Tidak mungkin  Walikota lebih paham dari Lurah. Bahkan, seorang gubernur pun tak tahu.  Mereka yang paling tahu dan memang harus tahu," kata Foke, sapaan akrabnya, di Kampung Rawa, Johar Baru, hari ini.
 
"RT, RW, dan Lurah merupakan ujung tombak. Mereka harus tahu kekuatan  warganya. Kalau dia tahu bagaimana kekuatan dan potensi masyarakat,  tentu juga tahu kelemahannya," tambahnya.
 
Dikatakan Foke, sejak awal merubah pembangunan Jakarta dengan bertumpu pada kekuatan masyarakat, kelurahan dan jajaran setempat menjadi yang  paling depan.
 
"Mudah-mudahan dua-tiga tahun ke depan, ini menjadi kekuatan yang luar  biasa. Bukan cuma kekuatan pembangunan merawat kampung kita, tapi juga  kekuatan yang lebih luas, bagaimana menjadi masyarakat yang pandai  bermusyawarah dan berdemokrasi di dalam bangsa negara," tutur dia.
 
"Kita perkuat elemen-elemen yang ada di kelurahan, kita rawat dan bina  agar mampu menopang akselerasi atau percepatan pemberdayaan masyarakat.  Karena, makin cepat masyarakat mengenali masalahnya dan berusaha mencari  jalan keluar sendiri, maka efektifitas program yang kita jalankan akan  semakin tinggi," imbuhnya.
 
Foke menambahkan masyarakat juga akan semakin bangga punya kampung yang turut serta dalam pembangunan di Jakarta.  "Memang banyak prasyarat yang harus diperhitungkan, peraturan yang mesti  dirubah, memperkuat sumber daya dan kewenangan di tingkat kelurahan.  Tapi, dengan begitu diharapkan kelurahan dan jajarannya bisa betul-betul  menjadi tempat aspirasi dan menjawab kebutuhan masyarakat," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon