Syafii Maarif: Tekanan ke Jokowi dari Partai
Rabu, 28 Januari 2015 | 15:48 WIB
Jakarta - Ketua Tim 9 Ahmad Syafii Maarif menilai berbagai tekanan memang dialami Presiden Joko Widodo dalam proses pengambilan keputusan kisruh Polri-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Yang jelas menurut Syafii adalah dari partai tertentu. Namun mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu berharap presiden tetap mengutamakan rakyat.
"Ya intinya (tekanan) dari partai. Saya tidak nyebut (partainya). Pokoknya dari partai. Berat ini. Pak Jokowi ini diusung partai tapi dia bukan tokoh partai. Jadi bisa dipahamilah," kata Syafii Maarif di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1).
"Saya sudah bilang jangan ada kriminalisasi. Cepat dilakukan itu, tidak ada plt-plt (pelaksana tugas)," lanjutnya.
Hal itu disampaikan Syafii Maarif menyoal ditundanya pelantikan calon Kapolri Budi Gunawan yang berujung pada persaingan antar institusi Polri-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Belakangan Polri mempublikasikan kasus-kasus yang diduga menjerat para petinggi KPK.
"Saran saya, dia diusung, dipilih. rakyat. Ya utamakan rakyat. Itu paling bagus," katanya saat ditanyakan saran kepada presiden.
Figur yang kerap dianggap guru bangsa itu menambahkan, Jokowi harus yakin bahwa rakyat mengerti dia tak mudah menghadapi partai.
Namun koalisi utamanya harus dengan rakyat bukan dengan partai-partai politik.
"Yang pilih dia kan rakyat, tinggi sekali. Itu harus diingat," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




