Dualisme Penyelidikan Pengemudi Maut, Upaya Rusak Citra Polri

Rabu, 28 Januari 2015 | 15:58 WIB
W
YD
Penulis: W-12 | Editor: YUD
Neta S Pane dari IPW.
Neta S Pane dari IPW. (Antara)

Jakarta - Ketua Presidium Indonesian Policie Watch (IPW) Neta S Pane menyayangkan terjadinya dualisme hasil test narkoba terhadap pengemudi maut yang menyebabkan 4 orang tewas dan lainnya luka-luka di Pondok Indah, Jakarta, Christopher Daniel Sjarief (23) beberapa waktu lalu.

Dirinya mencurigai ada upaya yang sistematis yang dilakukan pihak internal kepolisian sendiri untuk menghancurkan citra polri saat ini,

"Ini harus diusut tuntas apakah pelaku benar-benar menggunakan narkoba atau tidak saat mengendarai mobil yang kemudian menabrak empat orang tewas di Pondok Indah, Jakarta. Dualisme ini akan membuat citra Polri makin terpuruk, mengingat saat ini Polri sedang konflik dengan KPK dimana sebagian masyarakat sangat memojokkan Polri. Saya curiga ada pihak yang mengambil keuntungan dari hal seperti ini," ujar Neta dalam siaran persnya, Rabu (28/1).

Agar kasus ini tidak berkembang menjadi polemik di masyarakat, menurut Neta, Propam Polri perlu turun tangan. Sebab sebelumnya Polda Metro Jaya mengatakan Christopher menggunakan narkoba jenis LSD, beberapa hari kemudian, setelah tes urine di BNN dikatakan Christopher tidak menggunakan (negatif) narkoba.

"Propam harus turun tangan karena hal ini membuat masyarakat menjadi bingung dan bertanya apa sesungguhnya yang terjadi di Polri. Apakah ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan di balik kasus ini. Atau ada pihak yang hendak melakukan pembusukan di tengah menajamnya konflik Polri-KPK. Atau Christopher benar-benar tidak menggunakan narkoba, tapi mengapa Polda Metro Jaya sempat mengatakan dia menggunakan LSD," tegasnya.

Dengan adanya dualisme ini, keberadaan Polri sangat dirugikan. Masyarakat akan semakin memandang negatif pada Polri. Bukan mustahil dualisme ini akan membuat posisi Polri makin terpojok pasca konflik Polri-KPK. Untuk itu, Propam Polri harus turun tangan menuntaskan kasus ini agar kasus Christopher yang menabrak empat orang hingga tewas bisa dibawa ke pengadilan dan yang bersangkutan diproses seadil-adilnya.

"Dualisme ini juga menimbulkan tanda tanya, siapa sesungguhnya Christopher Daniel Sjarief, kenapa kasusnya mendadak menjadi alot. Harus diselidiki siapa sebenarnya Cristopher Daniel Sjarief ini. Jangan karena orang tuanya kaya atau pejabat kemudian kasusnya menjadi alot seperti ini," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon