Jika BG Dilantik jadi Kapolri, Ini Komentar Syafii Maarif

Rabu, 28 Januari 2015 | 16:09 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Prof Dr Ahmad Syafii Ma'arif
Prof Dr Ahmad Syafii Ma'arif (Suara Pembaruan/Fuska Sani)

Jakarta- Tim 9 menilai keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui uji kepatutan dan kelayakan serta sidang paripurna yang meloloskan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan (BG), memang harus dihormati.

Namun, di mata Tim 9, tak lantas hanya karena alasan itu, BG harus segera dilantik. Sebabnya, bila BG jadi dilantik, belum tentu yang bersangkutan kemudian bersedia diberhentikan.

"Paripurna segala macam maunya kalau dilantik lalu bisa mundur. Persoalannya, kalau dia enggak mau mundur (bagaimana)? Dia (BG) nyusun kekuatan," kata Ketua Tim 9, Ahmad Syafii Maarif di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1).

Hal itu disampaikan Syafii setelah Tim 9 menyampaikan rekomendasinya kepada presiden Jokowi perihal kisruh Polri-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), setelah BG ditetapkan menjadi tersangka korupsi.

Syafii mengatakan, dengan komunikasi yang baik, presiden diyakini bisa meminta BG mundur dalam posisinya sebagai calon kapolri. "Kita semuanya (anggota Tim 9) bilang (meminta presiden) (BG) jangan dilantik," tegasnya.

Tak hanya perihal kisruh KPK-Polri, Tim 9, kata Syafii Maarif, siap memberikan pertimbangan berbagai hal kepada presiden. Mengenai pengajuan nama Budi sendiri, diyakini Syafii bukan atas kemauan Jokowi sendiri.

Namun, Syafii enggan membocorkan pihak-pihak yang mendorong BG menjadi orang nomor satu di Trunojoyo. "Saya enggak mau nyebut nama. Sudah rahasia umum, Anda sudah tahu itu. Saya kan harus menjaga hubungan baik dengan orang-orang ini," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon