Puluhan Lapak PKL di Jalan Perintis Kemerdekaan Dibongkar

Rabu, 28 Januari 2015 | 16:46 WIB
C
B
Penulis: CRB | Editor: B1
Petugas membersihkan sisa ?lapak PKL di bahu lajur lambat Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara ? (Rabu, 28 Januari 2015 pagi)
Petugas membersihkan sisa ?lapak PKL di bahu lajur lambat Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara ? (Rabu, 28 Januari 2015 pagi) (Suara Pembaruan / Carlos Barus)

Jakarta - Puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara dibongkar oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (28/1).

Keberadaan PKL yang menggunakan bahu jalan jalur lambat di lokasi tersebut kerap membuat kemacetan dan membuat lingkungan sekitarnya terlihat kumuh.

Chairunissa (50) salah satu PKL yang berjualan rokok di jalur lambat Jalan Perintis Kemerdekaan, mengatakan telah berjualan selama 10 tahun di lokasi tersebut.

"Saya jualan disi‎ni untuk mencukupi kebutuhan keluarga, kalau hanya diam di rumah saja, pendapatan dari suami yang bekerja sebagai supir angkot tidak mencukupi," ujar Nissa, Rabu pagi.

Nissa yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di RT03/RW13, Kelurahan Pegangsaan Dua tersebut mengaku sehari-hari harus mengeluarkan biaya hidup yang tidak sedikit karena memiliki empat orang anak.

"Zaman sekarang ini harga kebutuhan sembako serba mahal, uang dari suami juga kadang tidak cukup untuk makan sehari-hari, makanya saya jualan," lanjut Nissa.

‎Sedangkan, Samaun (42) penjual soto daging di lokasi tersebut mengaku pasrah dengan tindakan aparat yang membongkar lapaknya.

"Mau bagaimana lagi, memang saya tahu kalau berjualan di sini tidak boleh, tapi di Jalan Perintis Kemerdekaan ini banyak dilalui pengendara bermotor, jadi jualan saya lebih ramai," ujar Samaun.

Setelah dibongkar, Samaun mengaku akan berjualan di sekitar pasar yang lokasinya tidak jauh dari lokasinya berdagang.

"Habisnya mau bagaimana lagi, kalau tidak jualan, anak istri mau dikasih makan apa," kata Samaun.

Usai pembongkaran, Camat Kelapa Gading, Musa Syafrudin, mengatakan pembongkaran 36 lapak PKL di lokasi sepanjang 100 meter dan berdekatan dengan komplek Bermis tersebut karena  banyaknya keluhan dari warga sekitar yang merasa terganggu dengan keberadaan lapak-lapak tersebut.

"Warga banyak yang komplain ke saya, mereka melaporkan keberadaan lapak yang membuat akses jalan menjadi semakin sempit karena terhalang lapak-lapak tersebut," ujar Musa.

Menurut Musa, lokasi jalan tersebut sebenarnya diperuntukkan untuk jalur Bus TransJakarta, namun karena belum digunakan maka jalur kosong tersebut dimanfaatkan para PKL.

"Para pedagang yang melihat kondisi tersebut langsung memanfaatkan lapak kosong yang ada untuk berjualan dan melangan Perda No. 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum," lanjut Musa.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Iyan Sofyan Hadi, mengatakan pembongkaran lapak PKL tersebut sudah dilakukan sejak pukul 09.00 WIB.

"Kami mengerahkan 50 personil satpol pp dan 20 personil petugas Sudin Kebersihan dalam penertiban hari ini untuk membo‎ngkar dan mengangkut sisa lapak pedagang," ujar Iyan.

Iyan mengungkapkan keberadaan para PKL yang membuka lapaknya hingga tengah malam sangat meresahkan warga.

"Keberadaan lapak PKL tersebut juga membuat banyak anak muda yang nongkrong di pinggir jalan pada tengah malam sehingga rentan terjadi tindakan kriminal," kata Iyan. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon