Pemerintah Tiongkok Mulai Serang Alibaba
Rabu, 28 Januari 2015 | 18:29 WIBShanghai - Regulator pasar modal Tiongkok menuduh Alibaba Group Holding Ltd (BABA.N) tidak beritikad membersihkan praktik bisnis ilegal dalam platform e-commerce miliknya, kritik keras yang jarang dikeluarkan atas perusahaan swasta terbesar negara itu.
Badan Administrasi Negara bidang Industri dan Perdagangan (State Administration for Industry and Commerce/SAIC) mengatakan banyak produk yang dijual dalam situs e-commerce Alibaba ternyata melanggar merk dagang, berkualitas rendah atau palsu, dan produk dilarang atau membahayakan keselamatan masyarakat.
Pernyataan itu diunggah dalam situs SAIC www.saic.gov.cn Rabu (28/1). Alibaba menolak berkomentar soal pernyataan tersebut.
Lebih lanjut SAIC mengatakan laporan yang dibuatnya merupakan rangkuman hasil pertemuan regulator bisnis pemerintah dengan Alibaba tertanggal 16 Juli 2014, namun publikasi hal itu ditunda agar tidak berdampak pada penawaran saham perdana (IPO) yang dilakukan perusahaan September lalu.
SAIC tidak merinci jenis pelanggaran dalam situsnya. Dalam IPO di New York, Alibaba mencatat rekor nilai penawaran US$ 25 miliar (Rp 313 triliun). Kamis besok, perusahaan ditunggu laporan keuangan triwulannya.
"Alibaba Group sudah sejak lama kurang memperhatikan aktivitas bisnis ilegal dalam platform miliknya," bunyi laporan SAIC. Alibaba ditulis "membiarkan bengkak sampai bernanah sehingga menjadi berbahaya."
Laporan itu juga mengklaim bahwa para pejabat Alibaba dalam pertemuan bulan Juli tersebut berjanji untuk mengambil tindakan yang diperlukan guna mengatasi masalah ini.
Beberapa tahun lalu, Alibaba juga masuk daftar perusahaan yang dicurigai AS karena tuduhan pelanggaran hak cipta intelektual. Namun lewat usaha kerasnya, Alibaba berhasil membersihkan namanya dan bahkan mencatat nilai IPO terbesar di dunia dalam sejarah pasar modal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




