Tim Verifikasi PSSI Ragukan Klaim Dukungan KLB

Rabu, 4 Januari 2012 | 23:24 WIB
AH
B
Penulis: Arsito Hidayatullah/YSF | Editor: B1
PSSI
PSSI (Istimewa)
Dari 452 anggota PSSI yang diklaim mendukung digelarnya KLB, PSSI sejauh ini sudah menerima bantahan dari sejumlah daerah.

Lewat apa yang disebut sebagai Deklarasi Jakarta, pertemuan sejumlah besar  anggota PSSI dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasional beberapa waktu lalu, menghasilkan tuntutan utama digelarnya KLB (Kongres Luar Biasa) sekaligus mundurnya pengurus PSSI saat ini. Namun sejauh ini, PSSI sendiri tidak ingin terlalu menanggapi hal itu, serta memilih tak banyak berkomentar.

"Untuk apa memikirkan soal KLB dan masalah-masalah lain itu, termasuk juga tudingan dan komentar pihak-pihak lain. Kita sudah punya terlalu banyak urusan untuk dikerjakan, demi membangun sepakbola di negeri ini. Makanya, kami  fokus saja ke pekerjaan kami, dan tidak ingin dipusingkan oleh  ribut-ribut yang berkepanjangan ini," ujar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, Rabu (4/1).

"Yang jelas kalaupun mau ada KLB, itu yang harus diperhatikan, salah satu  syaratnya adalah telah dilanggarnya peraturan (statuta) oleh pengurus PSSI. Nah, kita ini tidak melanggar peraturan apapun. Jika begitu, maka tidak bisa (ada KLB). Belum lagi soal persetujuan dari FIFA, termasuk harus hadirnya perwakilan mereka jika ada KLB," jelas Djohar lagi.

Pernyataan Djohar itu pun diamini oleh Wakil Ketua Umum Farid Rahman, serta Sekjen PSSI Tri Goestoro. Di mana menurut Tri, pengurus PSSI saat ini yang jelas memang terus berusaha bekerja maksimal, dengan berpegang pada peraturan (statuta) FIFA maupun PSSI sendiri.

Dengan begitu, ia pun mengaku PSSI siap mempertanggungjawabkan apa saja yang telah dikerjakan, tidak hanya jika ada KLB, tetapi juga di dalam kongres tahunan.

Meski demikian, pihak PSSI pun mengaku tidak hendak meminggirkan sama sekali tuntutan KLB, yang terutama muncul dalam pertemuan (Rapat Akbar) bulan lalu, dengan klaim dukungan dari 452 anggota PSSI itu. Menurut Djohar, dengan surat dari pihak KPSI yang masuk pada 23 Desember 2011, lantaran masa liburan, PSSI akhirnya baru membentuk tim verifikasi pada 3 Januari.

Tim itu pulalah, yang belakangan tengah memastikan soal dukungan suara terhadap adanya KLB tersebut. Walaupun menurutnya, sejauh ini sudah cukup banyak anggota PSSI di daerah, mulai dari ujung barat sampai timur Indonesia, yang menghubunginya via telepon maupun email, menyatakan bahwa tidak benar mereka ikut mendukung KLB.

"Ya, kita mungkin belum bisa bukakan sekarang secara gamblang, karena memang tim verifikasi masih bekerja. Tapi, yang jelas, memang ada indikasi kesimpulan bahwa dukungan itu tidak benar seperti yang diklaim. Ini memang, urusan dukung-mendukung ini kan, kita sama-sama tahulah (ujungnya) apa," ujar Farid Rahman pula.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon