Jepang Ciptakan 'Virus' Penangkal Serangan Cyber
Jumat, 6 Januari 2012 | 10:45 WIB
Virus ini mampu melacak komputer yang diserang, kemudian mencari sumber serangan dan mengirim kembali informasi identitas penyerang kepada pengendalinya
Kementerian Pertahanan Jepang bersama sejumlah ahli komputer yang ada di negeri tersebut, berhasil mengembangkan sebuah virus komputer canggih yang mampu melacak dan melumpuhkan serangan cyber.
Pencapaian yang dihasilkan oleh Jepang ini tentunya dapat memecahkan satu masalah utama yang dihadapi oleh komunitas keamanan online dunia.
Hal ini dikarenakan kalangan penyerang umumnya meluncurkan virus berbahaya dengan menggunakan lapisan server proxy atau botnet yang menyamarkan sumber alamat internet serta menyembunyikan tujuan asli dari serangan ini.
Fujitsu, perusahan yang ditunjuk oleh Kementerian Pertahanan Jepang untuk mengerjalan virus yang baik ini dengan biaya sebesar $ 2,3 miliar, berhasil menemukan cara menghentikan virus jahat sekaligus menghancurkannya.
"Senjata cyber virtual ini telah lolos pengujian dalam jaringan tertutup. Virus yang baik ini memiliki kemampuan untuk melacak komputer yang diserang kemudian mencapai sumber serangan dan mengirim kembali informasi identitas si penyerang kepada pengendalinya," ungkap koran Yomiuri Shimbun.
"Jika memang ada kemungkinan melacak kembali tiap tahap serangan dan memeriksa datanya, maka tugas ini akan makin sederhana," lanjut ulasan koran tersebut.
Meski demikian, Firma keamanan Sophos memperingatkan, virus pertahanan ciptaan Fujitsu bisa menjadi bencana jika jatuh ke kalangan yang salah.
Kementerian Pertahanan Jepang bersama sejumlah ahli komputer yang ada di negeri tersebut, berhasil mengembangkan sebuah virus komputer canggih yang mampu melacak dan melumpuhkan serangan cyber.
Pencapaian yang dihasilkan oleh Jepang ini tentunya dapat memecahkan satu masalah utama yang dihadapi oleh komunitas keamanan online dunia.
Hal ini dikarenakan kalangan penyerang umumnya meluncurkan virus berbahaya dengan menggunakan lapisan server proxy atau botnet yang menyamarkan sumber alamat internet serta menyembunyikan tujuan asli dari serangan ini.
Fujitsu, perusahan yang ditunjuk oleh Kementerian Pertahanan Jepang untuk mengerjalan virus yang baik ini dengan biaya sebesar $ 2,3 miliar, berhasil menemukan cara menghentikan virus jahat sekaligus menghancurkannya.
"Senjata cyber virtual ini telah lolos pengujian dalam jaringan tertutup. Virus yang baik ini memiliki kemampuan untuk melacak komputer yang diserang kemudian mencapai sumber serangan dan mengirim kembali informasi identitas si penyerang kepada pengendalinya," ungkap koran Yomiuri Shimbun.
"Jika memang ada kemungkinan melacak kembali tiap tahap serangan dan memeriksa datanya, maka tugas ini akan makin sederhana," lanjut ulasan koran tersebut.
Meski demikian, Firma keamanan Sophos memperingatkan, virus pertahanan ciptaan Fujitsu bisa menjadi bencana jika jatuh ke kalangan yang salah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




