SFA Ajak Masyarakat Dukung Ratifikasi Pengendalian Tembakau
Sabtu, 7 Februari 2015 | 09:41 WIB
Jakarta - Smoke Free Agents (SFA) mengajak masyarakat untuk meminta Presiden Joko Widodo mengadopsi Konvensi Pengendalian Tembakau atau FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Gerakan ini ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
"FCTC ini merupakan bentuk komitmen dan solidaritas global dalam menghadapi epidemi tembakau," jelas perwakilan SFA, Ricki Cahyana, di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (7/2).
Indonesia merupakan peringkat ketiga perokok terbesar di dunia. Masuknya FCTC dapat mencegah perokok pemula dan mengurangi potensi orang merokok.
Berdasarkan data GATS tahun 2011, jumlah perokok di Indonesia untuk laki-laki dewasa sebanyak 67 persen. Sedangkan, riset kesehatan dasar (Riskedas) tahun 2010 menuliskan perokok remaja umur 15-19 tahun sebanyak 20 persen dan anak umur 10-14 tahun 18 persen.
Selain itu, tambah Ricky, dengan adanya FCTC berguna untuk mengendalikan harga, pajak, promosi, iklan, dan sponsorship, serta pengedaran rokok untuk menurunkan angka perokok di Indonesia.
Pengadaan petisi yang dilakukan SFA baru berlangsung dalam tiga hari. Hingga hari ini sudah mendapatkan 800 dukungan untuk adanya ratifikasi FCTC dari target 10.000 yang ingin dicapai.
Indonesia merupakan salah satu perancang adanya FCTC. Namun, hingga 10 tahun FCTC berjalan sejak 27 Februari 2005, Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia yang belum meratifikasi kebijakan pengendalian tembakau tersebut.
"Saat ini kita ingin mendesak pemerintah dengan mengajukan petisi, karena malu tentunya Indonesia sebagai perancang FCTC tetapi justru belum meratifikasinya," ujar Ricki.
Penanganan pemerintah dengan adanya FCTC akan berdampak juga dengan regulasi lainnya. Seperti saat ini telah ada aturan gambar akibat merokok di tiap bungkus. Negara yang baru-baru ini meratifikasi FCTC ialah Thailand. Hasilnya mereka dapat mengurangi jumlah perokok dengan membatasi jumlah iklan.
Gerakan petisi dari SFA juga didukung oleh Komisi Nasional Perlindungan Tembakau, serta menggaet beberapa influencer dari media sosial yaitu Pangeran Siahaan, Alanda Kariza, dan Carlo Tamba.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




