Warga Kompleks Batalyon Siliwangi Tidak Punya Persiapan saat Penertiban
Kamis, 12 Februari 2015 | 07:53 WIB
Jakarta - Warga Kompeks Batalyon Siliwangi, Cawang, Jakarta Timur, mengaku tidak punya persiapan apa pun saat ratusan personel TNI Kodam Jayakarta mengosongkan rumah mereka.
Salah satunya warga RT 07 RW 10, Ria (20) yang terpaksa tidak tidur karena baru membereskan barang sejak tadi malam. Ia mengangkut beberapa barang dari rumahnya untuk dimasukkan ke truk dibantu para personel TNI.
Rencananya Ria bersama dua orang kerabatnya akan mencari kontrakan baru di kawasan Kalibata. "Mau cari kontrakan lagi di Kalibata. Kalau kontrakan yang dikasih di Bekasi terlalu jauh," kata Ria, Kamis (12/2).
Menurutnya, kebanyakan warga juga mencari tempat tinggal baru di wilayah yang tidak terlalu jauh dari Kompleks Batalyon Siliwangi. "Mereka juga carinya kalau enggak di Kalibata paling di Condet."
Ria menuturkan, pengosongan rumah warga ini dilakukan secara mendadak. Ia mengira rumahnya tidak terkena imbas dari penertiban yang dilakukan personel TNI seperti Januari lalu. "Enggak ada pemberitahuan, jadi dadakan banget."
Sementara itu Kapendam Kodam Jayakarta Letkol Inf Heri Prakoso membantah jika pihaknya tidak melakukan pemberitahuan kepada warga. "Kami sudah memberikan surat peringatan dari Desember 2014, hingga saat ini sudah yang ketiga kalinya," tegas Heri.
Menurut Heri, kompleks tersebut justru disalahgunakan dan banyak dihuni warga luar yang bukan prajurit. "Kami tertibkan karena akan dibangun asrama untuk prajurit yang memang benar-benar aktif."
Sebelumnya diketahui, personel TNI Kodam Jayakarta menertibkan kembali rumah warga RW 10 di Kompleks Batalyon Siliwangi. Sebelumnya telah dilakukan penertiban pada 8 Januari 2015 yang berakhir ricuh. Namun untuk penertiban kali ini berlangsung aman dan kondusif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




