Menteri Desa Khawatirkan Potensi Bencana di Desa Terpencil

Jumat, 13 Februari 2015 | 06:56 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja'far memberikan keterangan pers pada wartawan mengenai Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian di Jakarta, Minggu (1/2).
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja'far memberikan keterangan pers pada wartawan mengenai Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian di Jakarta, Minggu (1/2). (Antara/HO)

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar menyatakan dirinya sangat mengkhawatirkan terjadinya bencana di desa-desa terpencil.

Hal itu mengingat sedang terjadi puncak musim hujan, ditandai intensitas hujan yang makin tinggi disertai angin kencang yang terus terjadi setiap hari. Apalagi diperkirakan ada 589 daerah dengan jumlah penduduk 185 juta jiwa yang rawan banjir dan longsor.

"Desa-desa terpencil kondisi alamnya sulit dijangkau bahkan sebagian masih terisolir, kalau terkena bencana banjir atau longsor kita khawatir akan kesulitan untuk secepat mungkin bisa memberikan pertolongan dan bantuan" ungkap Menteri Marwan dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (13/2).

Marwan menyerukan desa-desa terpencil agar waspada bencana sejak dini dengan menyiapkan langkah menghadapi situasi bencana, misalnya membentuk tim tanggap bencana, membuat posko, menyiapkan tempat penampungan, dapur umum, pengobatan umum, perawatan pasien, trauma healing, dan kebutuhan lainnya.

Menteri Desa juga mengakui pihaknya sangat menyadari kemampuan desa-desa terpencil yang terbatas, sangat minim sarana dan prasarananya, kondisi geografis sulit, hingga sumber daya manusia dan sosial ekonominya rata-rata masih rendah.

Karena itu, mantan Ketua Fraksi PKB DPR ini menyatakan pihaknya akan segera berkordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk meyiapkan action plan penanggulangan bencana desa-desa terpencil.

Marwan juga mengimbau pemerintah daerah setempat untuk segera memberikan perhatian ekstra dan mendatangi langsung desa-desa terpencil, sehingga tahu betul apa saja kebutuhan mereka.

"Kita akan percepat pembangunan desa-desa terpencil, mereka dapat memanfaatkan dana desa bantuan pusat dan daerah untuk membangun infrastruktur desa, menggerakkan ekonomi desa, memberikan pelayanan sosial kepada warga desa," bebernya.

"Yang penting semuanya disepakati bersama melalui musyawarah desa dan pengelolaannya secara amanah."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon