Jokowi Minta Soal Pernyataan Abbott Tak Lagi “Digoreng”

Senin, 23 Februari 2015 | 16:56 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Presiden Joko Widodo saat konferensi pers terkait kisruh KPK-Polri di Istana Merdeka, Jakarta,  18 Februari 2015
Presiden Joko Widodo saat konferensi pers terkait kisruh KPK-Polri di Istana Merdeka, Jakarta, 18 Februari 2015 (BeritaSatu TV)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott tak lagi 'digoreng'. Presiden menggunakan istilah, ‘jangan memanas-manasi’. Apalagi kata presiden pernyataan Abbott kemudian sudah diklarifikasi.

"Kamu jangan panas-panasin, kan sudah diklarifikasi," demikian disampaikan Jokowi di kompleks Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (23/2) setelah mendarat dari kunjungan kerja ke provinsi Banten.

Hal itu disampaikan Jokowi saat ditanyakan wartawan responnya perihal pernyataan Tony Abbott yang mengingatkan bantuan Australia untuk tsunami Aceh.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat reaksi keras dari publik dan berujung pada pengumpulan koin untuk mengembalikan uang bantuan pemerintah Australia saat bencana besar itu terjadi.

Abbott mengaitkan bantuan tersebut dengan rencana eksekusi dua warga negara Australia terpidana gerbong narkotika Bali Nine.

Meski demikian kerasnya tekanan pemerintah Asing kata Jokowi, tak akan menyurutkan penegakan hukum di Indonesia khususnya mengenai darurat narkoba.

"Tidak (berpengaruh pada pemerintah). Itu (eksekusi mati gembong narkoba) kedaulatan hukum kita," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon