Psikolog: "Bad Hair Day" pada Remaja Bisa Berdampak Psikologis

Rabu, 25 Februari 2015 | 09:55 WIB
NF
B
Penulis: Nessy Febrinastri | Editor: B1
Ilustrasi remaja
Ilustrasi remaja (Istimewa)

Jakarta - Menurut sebuah penelitian dari Yale University, Amerika Serikat, bad hair day atau saat dimana rambut terasa sedang tidak dalam tatanan terbaiknya, bisa menyebabkan efek psikologis pada seseorang. Mengutip penelitian ini, psikolog Tara Adhisti De Thouars menyatakan, bad hair day pada remaja bisa berdampak negatif pada pergaulan mereka.

"Rambut adalah pertama kali yang dilihat ketika kita bertemu dengan orang lain. Rambut kusut, lepek, yang biasanya terjadi pada remaja bisa menimbulkan dampak psikologis terkait rasa percaya diri mereka," ujarnya, saat ditemui di acara launching Makarizo Energy and Hair Energy Scentsations, Jakarta, Selasa (24/2).

Hal psikologis yang dimaksud Tara adalah krisis percaya diri, dimana remaja kebanyakan selalu menomorsatukan pendapat orang lain dan hal ini sering membuat mereka down. "Remaja selalu mendengar apa kata orang. Kalau orang lain bilang, kok rambut kamu lepek dan bercabang, maka ia akan memikirkan terus perkataan ini dan membuat rasa percaya dirinya berkurang."

Akhirnya si remaja akan merasa malu, dan bila mentalnya tidak kuat, ia akan menutup pergaulan dengan orang tersebut. Hal-hal seperti ini terlihat sepele, namun efeknya tidak bisa dianggap sepele.

"Krisis percaya diri pada remaja bisa mengakibatkan tiga hal. Pertama, kepercayaan dirinya turun. Kedua, social security-nya kurang, sehingga ia merasa tidak nyaman di dalam pergaulan. Ketiga, tingkat kepercayaan diri akibat omongan orang lain lebih tinggi, ketimbang apa yang diyakininya. Ini seperti yang telah saya kemukakan sebelumnya," lanjut Tara.

Salah satu solusinya, remaja sebaiknya mampu meningkatkan rasa percaya dirinya lewat perbaikan penampilan. Ilmu ini bisa didapat dengan banyak membaca, mencari tahu lewat teman, dan melakukan eksperimen sendiri. Untuk rambut misalnya, pilih produk yang tepat dan cocok untuknya. Jika suka wewangian, pilih yang harumnya disukai, agar tingkat percaya diri juga bertambah.

"Secara internal, rasa percaya diri juga perlu ditumbuhkan melalui keyakinan bahwa kita punya kelebihan yang orang lain tidak punya. Jadi ketika ada omongan negatif tentang kita, jangan langsung bersikap tertutup, tapi tetaplah ceria, energik dan bersemangat, karena apa yang disimpulkan orang lain belum tentu seperti itulah kita," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon