Asap Kebakaran Hutan Mulai Mencemari Udara Dumai

Rabu, 25 Februari 2015 | 16:41 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Sebuah helikopter berusaha memadamkan kebakaran lahan di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (5/11).
Sebuah helikopter berusaha memadamkan kebakaran lahan di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (5/11). (Antara/Rosa Panggabean)

Dumai - Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Dumai, Provinsi Riau, Bambang Surianto menyatakan, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan mulai mencemari kualitas udara.

"Udara Dumai mulai tercemar kabut asap akibat kebakaran lahan yang terjadi belakangan ini di sejumlah wilayah," katanya kepada pers, Rabu (25/2).

Berdasarkan papan Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) Dumai, kualitas udara sudah tergolong tidak sehat dBerdasarkan papan Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) Dumai, kualitas udara sudah tergolong tidak sehat dengan angka 46-122 Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU/PSI).

engan angka 46-122 Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU/PSI).

Bambang menjelaskan, cemaran kualitas udara mengalami pasang surut tergantung ketebalan kabut asap di daerah ini, karena sebelumnya pada Selasa (24/2) dinyatakan normal dengan 46 PSI.

Selain itu, ketebalan kabut asap di udara hanya tampak terlihat pagi hari di bawah pukul 07.00 WIB, namun berangsur hilang pada siang dan kembali pekat di malam harinya.

"Kebakaran hutan dan lahan sangat berdampak buruk bagi lingkungan dan manusia. Masyarakat sebaiknyar menjaga kesehatan dan hindari menghirup asap secara langsung," ujarnya.

Pengukuran menggunakan ISPU PT Chevron tersebut, lanjut dia, saat ini menjadi acuan pemerintah untuk mengetahui cemaran dan kualitas udara karena belum memiliki alat sendiri.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dumai Tengku Ismet menyebutkan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai puluhan hektare.

Menurut dia, kebakaran lahan sudah terjadi di sejumlah kecamatan, yaitu Bukit Kapur dan Sungai Sembilan di kawasan perkebunan serta perbatasan dengan daerah lain.

"Pemadaman dilakukan secara bersama oleh aparat dari instansi terkait dan dibantu masyarakat peduli api yang telah dibentuk pemerintah di setiap kelurahan," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon