Group Akrobatik Beijing Berlatih 10 Jam Sehari

Selasa, 10 Januari 2012 | 20:27 WIB
CO
B
Penulis: Carla Isati Octama/ARD | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (Antara)
"Kami berlatih setiap hari, 10 jam sehari."

Beberapa orang sibuk mengangkat drum-drum berwarna merah menuju Atrium Plasa Semanggi, Selasa (10/15). Tak lama kemudian, datanglah lima orang gadis memakai pakaian warna hijau muda bersama seorang lainnya yang berpakaian biru tua dan seorang bapak berkostum badut.

Mereka berjalan menuju backstage. Mereka bertujuh adalah anggota dari Beijing Gallery Rising Star Acrobatic Troupe, yang mengunjungi Jakarta untuk rangkaian roadshow Enter The Dragon di Lippo Malls.

Setelah pukul 10.00 tepat, dua penampil beserta Li Qi, ketua Beijing Acrobatic Troupe memasuki panggung press conference bersama Yanti Oktaviani, Regional Marcom and PR Manager; Gwen Au, Protfolio Marketing MangaNer; Andrianus, regional Marcom Manager.

Beijing Gallery Rising Star Acrobatic Troupe adalah grup akrobatik dari Beijing CIna yang telah berpengalaman lebih dari 17 tahun dan telah tampil di Amerika Serikat dan negara-negara Asia Tenggara. Kali ini, mereka tampil di Indonesia dan langsung berkeliling kota di Indonesia melalui penampilan mereka di mal-mal grup Lippo.

"Kami baru saja sampai di Jakarta kemarin pukul 8 malam," ujar Li Qi.

"Jadi kami belum begitu mengetahui Jakarta, tapi sepanjang perjalanan dari hotel ke sini (Plasa Semanggi) sepertinya Jakarta mirip Thailand ya," ujarnya tersenyum.

Li Qi yang ditemani dua performernya yang ditemui setelah press conference Enter The Dragon by Lippo Malls bercerita mengenai proses pelatihan di grup akrobatik ini.

"Kami berlatih setiap hari, 10 jam sehari," ujar Li Qi.

Li Qi menambahkan, para performer di Beijing Gallery Rising Star Troupe ini rata-rata terlahir di keluarga yang anggota keluarganya juga para pemain akrobat.

"Jadi, memang mereka sejak kecil sudah terbiasa melihat seni akrobatik dari keluarga mereka," ujar Gwen Au, Portfolio Marketing Manager menerjemahkan perkataan Li Qi.

Namun, bukan berarti saat mereka terlahir dari keluarga akrobatik lalu bisa bergabung dengan Beijing Gallery Rising Star Acrobatic Troupe.

"Ada yang setelah dua hingga tiga tahun keluar saat masa pelatihan. Mereka tidak kuat dengan pelatihan. Para pemain akrobatik harus memiliki passion dan mengerti arti dari seni akrobatik sebenarnya," ujar Li Qi.

Rata-rata para pemain akrobatik ini mengalami masa pelatihan selama tiga tahun. Sebelum mereka bisa memilih spesialisasi permainan akrobatik, mereka harus bisa menguasai dasar-dasar akrobatik dan latihan kekuatan fisik.

"Baru setelah mereka menguasai dasar-dasar akrobatik, mereka bisa memilih spesialisasi dan alat-alat akrobatik, seperti drum, piano, dan sebagainya," sambung Gwen.

Namun, bukan berarti saat mereka bisa memilih spesialisasi dan alat-alat akrobatik yang mereka inginkan lalu mereka dapat menguasai semuanya. Tiap performer memiliki keahlian masing-masing.

Dengan rata-rata umur 16 tahun, ke enam penampil akrobatik ini masih bersekolah. Setiap 3 jam setelah latihan, mereka belajar dengan guru pribadi.

Meskipun dengan jadwal latihan yang begitu ketat, penampilan yang begitu banyak, ditambah harus belajar pula, mereka tidak merasa jenuh. Mereka menikmati kerja keras mereka, tepuk tangan penonton, dan merasakan semua energinya.

"Saat di Amerika, kami tampil di theme park, dan kami rasa itu adalah penampilan terbaik kami karena kami melihat banyak orang menonton penampilan kami dan begitu menikmati penampilan kami."

Menjelang tahun baru Cina pada tanggal 23 Januari nanti, Beijing Gallery Rising Star Acrobatic Troupe berharap agar semakin banyak keberuntungan di tahun baru ini.

"Semoga semakin banyak kesempatan untuk melihat dan berkeliling dunia, mempelajari banyak hal, serta bisa bertemu dan menghibur orang banyak," ungkap Li Qi.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon