Venezuela Perintahkan Kedutaan AS Pangkas Staf dari 100 ke 17
Selasa, 3 Maret 2015 | 04:47 WIB
Caracas - Pemerintah Venezuela memberi waktu hanya dua pekan kepada Kedutaan Amerika Serikat di Caracas untuk mengurangi jumlah stafnya dari sekitar 100 orang menjadi 17, di tengah makin memanasnya hubungan dua negara.
Menteri Luar Negeri Delcy Rodríguez menyampaikan perintah itu Senin (2/3) waktu setempat setelah pertemuan yang jarang terjadi dengan para diplomat AS di Caracas. Dia mengatakan terserah pada Amerika untuk memutuskan siapa di antara 100 staf itu yang akan dikirim pulang.
Rodriguez juga menegaskan langkah itu didasarkan pada prinsip kesetaraan, di mana hanya ada 17 staf Kedutaan Venezuela di AS.
Akhir pekan lalu Presiden Nicolás Maduro mengumumkan bahwa pemerintahnya telah menahan beberapa warga AS dengan tuduhan spionase, dan menjanjikan tindakan untuk membatasi gerakan para staf Kedutaan AS yang dituduhnya berkonspirasi dengan oposisi untuk menggulingkan dia.
Baca juga: Wali Kota Venezuela Dituduh Bantu Plot Kudeta AS
AS dan Venezuela saling tidak mengirim duta besar sejak 2010, sehingga pejabat tertinggi di Kedutaan AS adalah chargé d’affaires, Lee McClenny.
Maduro kerap menegcam AS karena mencampuri urusan dalam negerinya, dan setiap pekan mengucapkan slogan "Gringo, go home."
Dia juga telah mewajibkan setiap turis AS untuk memperoleh visa sebelum datang ke negaranya, dan melarang masuk para tokoh konservatif Partai Republik, misalnya mantan wakil presiden Dick Cheney dan senator Marco Rubio.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




