Kemkes: Kematian PD, Warga Sunter Akibat Flu Burung
Rabu, 11 Januari 2012 | 10:47 WIB
"Dengan bertambahnya satu kasus ini, jumlah kumulatif flu burung di Indonesia sejak 2005 sampai kini sebanyak 183 kasus, dengan 151 kematian."
Kementerian Kesehatan memastikan kematian PD (23), warga Sunter, Jakarta Utara, akibat flu burung, seperti yang telah dikonfirmasi Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Litbang Kesehatan.
"Dengan bertambahnya satu kasus ini, jumlah kumulatif flu burung di Indonesia sejak 2005 sampai kini sebanyak 183 kasus, dengan 151 kematian," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP&PL), Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (10/1) kemarin.
Tahun 2011, Kemkes mencatat kasus flu burung telah menelan 11 korban jiwa. Kasus PD merupakan kasus pertama pada tahun ini.
Tjandra Yoga selaku "Vocal Point International Health Regulation" (IHR) juga telah menginformasikan kasus itu ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk dilakukan pencatatan dan penelitian lebih lanjut.
Kasus flu burung pada PD (23 tahun) yang berjenis kelamin pria, warga Sunter, Jakarta Utara, terjadi sejak tanggal 31 Desember 2011.
PD yang berprofesi sebagai pekerja bengkel las mengalami gejala demam, batuk dan pilek dan sempat mengkonsumsi obat penurun demam. Namun karena sakitnya tidak kunjung sembuh, pada 3 Januari 2012, penderita berobat jalan ke rumah sakit swasta di kawasan Jakarta Utara.
Pada 6 Januari 2012, penderita mengalami sesak nafas dan tidak sadarkan diri, sehingga harus dipindahkan ke ruang ICU.
Selanjutnya, penderita dirujuk ke RS Rujukan Flu Burung, RSU Tangerang, Banten pada 7 Januari 2012, namun tidak tertolong dan akhirnya penderita meninggal pada hari yang sama, pukul 22.50 WIB.
"Telah dilakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah penderita dan lingkungan sekitar oleh Tim Terpadu Kemenkes dan Dinas Kesehatan setempat, dan didapat kemungkinan faktor risiko yaitu kontak langsung dengan burung merpati peliharaannya sendiri yang sakit kemudian mati," papar Tjandra.
Kementerian Kesehatan memastikan kematian PD (23), warga Sunter, Jakarta Utara, akibat flu burung, seperti yang telah dikonfirmasi Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Litbang Kesehatan.
"Dengan bertambahnya satu kasus ini, jumlah kumulatif flu burung di Indonesia sejak 2005 sampai kini sebanyak 183 kasus, dengan 151 kematian," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP&PL), Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (10/1) kemarin.
Tahun 2011, Kemkes mencatat kasus flu burung telah menelan 11 korban jiwa. Kasus PD merupakan kasus pertama pada tahun ini.
Tjandra Yoga selaku "Vocal Point International Health Regulation" (IHR) juga telah menginformasikan kasus itu ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk dilakukan pencatatan dan penelitian lebih lanjut.
Kasus flu burung pada PD (23 tahun) yang berjenis kelamin pria, warga Sunter, Jakarta Utara, terjadi sejak tanggal 31 Desember 2011.
PD yang berprofesi sebagai pekerja bengkel las mengalami gejala demam, batuk dan pilek dan sempat mengkonsumsi obat penurun demam. Namun karena sakitnya tidak kunjung sembuh, pada 3 Januari 2012, penderita berobat jalan ke rumah sakit swasta di kawasan Jakarta Utara.
Pada 6 Januari 2012, penderita mengalami sesak nafas dan tidak sadarkan diri, sehingga harus dipindahkan ke ruang ICU.
Selanjutnya, penderita dirujuk ke RS Rujukan Flu Burung, RSU Tangerang, Banten pada 7 Januari 2012, namun tidak tertolong dan akhirnya penderita meninggal pada hari yang sama, pukul 22.50 WIB.
"Telah dilakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah penderita dan lingkungan sekitar oleh Tim Terpadu Kemenkes dan Dinas Kesehatan setempat, dan didapat kemungkinan faktor risiko yaitu kontak langsung dengan burung merpati peliharaannya sendiri yang sakit kemudian mati," papar Tjandra.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




