Lima Saksi Diperiksa Terkait Bom Molotov Aceh
Rabu, 11 Januari 2012 | 18:10 WIB
Lima orang saksi diperiksa dalam kasus penembakan dan pelemparan bom molotov yang terjadi Selasa (10/1) 03.30 WIB di rumah Misbahul Munir, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara.
Polisi belum menentukan tersangka dalam kasus Misbahul yang kini adalah calon Bupati Aceh Utara dari jalur independen itu.
"Kami memeriksa lima saksi dan olah tempat kejadian perkara. Tim lapangan terus kejar pelaku. Kami harapkan saksi bisa identifikasi pelaku. Kami juga mengidentifikasi barang bukti selongsong dan bom molotov sebagai petunjuk dan sketsa wajah pelaku," kata Kabag Penum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Rabu (11/1).
Selain kasus ini, Boy melanjutkan, jika polisi memfokuskan penyelidikan pada tiga penembakan misterius yang terjadi belakangan ini, seperti di Banda Aceh, Bireuen, dan Aceh Besar untuk mempelajari apakah pelakunya kelompok yang sama atau bukan.
Meskipun belum menangkap satupun pelaku, namun apabila menelusuri fakta-fakta dan kondisi saat ini, Boy menambahkan, polisi berkesimpulan awal jika peristiwa ini terkait dengan Pilkada Aceh.
"Ini bisa ditafsirkan begitu tapi kita belum sampai pada kesimpulan akhir kita fokus tiga kasus di atas," tambahnya.
Penyelidikan deduktif berdasarkan informasi intelijen polisi juga menduga kasus itu terkait pemilu kada Aceh 16 Februari nanti.
Untuk itu, polisi mengundang masyarakat untuk aktif memberikan info siapa pelaku dalam kasus ini. Calon gubernur, bupati, dan wali kota juga akan mendapatkan pengawalan polisi.
Sebelumnya tiga orang kuli bangunan asal Semarang, Jawa Tengah terluka di dalam serangan bersenjata di Aceh Besar Kamis malam. Satu orang akhirnya meninggal.
Peristiwa di Aceh Besar itu adalah serangan fatal kepada warga pendatang yang keempat kali sejak awal tahun kemarin.
Polisi belum menentukan tersangka dalam kasus Misbahul yang kini adalah calon Bupati Aceh Utara dari jalur independen itu.
"Kami memeriksa lima saksi dan olah tempat kejadian perkara. Tim lapangan terus kejar pelaku. Kami harapkan saksi bisa identifikasi pelaku. Kami juga mengidentifikasi barang bukti selongsong dan bom molotov sebagai petunjuk dan sketsa wajah pelaku," kata Kabag Penum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Rabu (11/1).
Selain kasus ini, Boy melanjutkan, jika polisi memfokuskan penyelidikan pada tiga penembakan misterius yang terjadi belakangan ini, seperti di Banda Aceh, Bireuen, dan Aceh Besar untuk mempelajari apakah pelakunya kelompok yang sama atau bukan.
Meskipun belum menangkap satupun pelaku, namun apabila menelusuri fakta-fakta dan kondisi saat ini, Boy menambahkan, polisi berkesimpulan awal jika peristiwa ini terkait dengan Pilkada Aceh.
"Ini bisa ditafsirkan begitu tapi kita belum sampai pada kesimpulan akhir kita fokus tiga kasus di atas," tambahnya.
Penyelidikan deduktif berdasarkan informasi intelijen polisi juga menduga kasus itu terkait pemilu kada Aceh 16 Februari nanti.
Untuk itu, polisi mengundang masyarakat untuk aktif memberikan info siapa pelaku dalam kasus ini. Calon gubernur, bupati, dan wali kota juga akan mendapatkan pengawalan polisi.
Sebelumnya tiga orang kuli bangunan asal Semarang, Jawa Tengah terluka di dalam serangan bersenjata di Aceh Besar Kamis malam. Satu orang akhirnya meninggal.
Peristiwa di Aceh Besar itu adalah serangan fatal kepada warga pendatang yang keempat kali sejak awal tahun kemarin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




