Menko PMK Dorong LIPI Terus Berinovasi
Rabu, 11 Maret 2015 | 15:20 WIB
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, mengatakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berkomitmen untuk membangun dan meningkatkan anggaran penelitian dan pengembangan inovasi di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong agar para peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk melakukan inovasi.
"Pemerintah berkomitmen menaikkan anggaran penelitian dan pengembangan inovasi. Hal ini kesempatan meningkatkan performa dan produktivitas karya riset, sehingga implikasi teknologi bagi masyarakat pada lima tahun ke depan harus dapat diandalkan," ujar Puan di Jakarta, Rabu (11/3).
Hal itu disampaikan Puan di hadapan para peneliti di LIPI saat menjadi pembicara kunci dalam rapat kerja LIPI yang bertemakan "Pembangunan SDM Peneliti Indonesia". Menurut Puan, pemerintahan Jokowi-JK menyadari bahwa untuk menjadi negara besar penelitian dan inovasi harus kuat, sehingga Indonesia memerlukan dukungan sumber daya penelitian yang kuat.
"Penggabungan urusan riset dan teknologi (ristek) dengan urusan pendidikan tinggi (dikti) ke dalam satu Kementerian Ristek dan Dikti merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan riset dan teknologi serta kemampuan inovasi," ujarnya.
Puan mengatakan, dirinya sudah meminta kepada Menteri Ristek dan Dikti Muhammad Nasir untuk memikirkan dan menyiapkan skema anggaran penelitian dasar dan pengembangan inovasi melalui program pembiayaan tahun jamak (multiyears).
"Saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengubah paradigma peneliti, yang juga menjadi bagian dari gerakan revolusi mental. Peneliti-peneliti Indonesia hendaknya menjadi motor penggerak dalam membangun Indonesia menjadi negara berdaulat, berdikari, dan berkepribadian," ujar Puan.
Dia juga meminta agar LIPI mengembangkan grand design riset jangka panjang hingga 2035. Hal itu penting dirumuskan agar kegiatan riset dan inovasi lebih terarah serta bisa disinergikan juga dengan program pemerintah dan perguruan tinggi di Indonesia.
Puan mencontohkan, Institut Pertanian Bogor (IPB) diberi tugas untuk mengembangkan berbagai varietas unggul produk pertanian, sehingga ketahanan pangan terwujud. Sedangkan, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) diberi tugas mengembangkan berbagai obat-obatan dan penanganan penyakit tropis.
Puan juga mencontohkan, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya 10 Nopember (ITS) diberi tugas untuk mengembangkan rekayasa teknologi dan pertambangan. "Semua itu dikaitkan dengan tantangan ke depan bangsa ini akan ketersediaan energi, pangan kesehatan, lingkungan, dan perubahan iklim," ujarnya.
Dia juga mengingatkan, tantangan ke depan adalah bagaimana menyinergikan sumber daya peneliti di berbagai lembaga dan perguruan tinggi agar memberikan hasil yang maksimal. Dalam kesempatan itu, Puan berharap agar pihak swasta ikut berkontribusi dalam meningkatkan riset dan inovasi.
"Sudah saatnya swasta ikut didorong dengan memberikan insentif agar membelanjakan lebih besar lagi untuk kegiatan riset dan inovasi," katanya. Selain meningkatkan anggaran, pemerintah juga akan memberikan dukungan kepada para peneliti melalui kebijakan peraturan perundang-undangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




