Timwas Century Serahkan Data BPK ke KPK
Kamis, 12 Januari 2012 | 16:08 WIB
Risalah percakapan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur BI Boediono saat proses pencairan dana talangan Bank Century diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tim Pengawas (Timwas) Skandal Bank Century mendatangi gedung KPK untuk menyerahkan dokumen investigasi lanjutan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Penyerahan tersebut dilakukan oleh enam anggota Timwas Century DPR, salah satunya adalah Fahri Hamzah kepada para pimpinan KPK.
"Kami secara resmi serahkan dokumen, risalah percakapan Ibu Sri Mulyani dengan Pak Boediono, menjelang FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek)," kata Fahri, ketika ditemui di gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/1).
Menurut Fahri, dokumen yang diberikan oleh timwas Century ini merupakan dokumen asli yang menunjukkan adanya pelanggaran pidana dalam kasus bailout Bank Century tersebut.
"Kami di DPR berharap para ketua KPK yang baru ini harus bekerja kompak, kalau ada rasa-rasa konflik kepentingan, lebih baik tidak usah melanjutkan perkara ini," ujar anggota Fraksi PKS itu.
Fahri juga berharap bahwa para Pimpinan KPK baru ini mampu bekerja kompak untuk menyelesaikan kasus ini.
Di tempat terpisah, Ketua KPK Abraham Samad berjanji bahwa pimpinan KPK akan kompak dalam menangani kasus ini, dan tidak akan mempetieskan kasus ini.
Tim Pengawas (Timwas) Skandal Bank Century mendatangi gedung KPK untuk menyerahkan dokumen investigasi lanjutan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Penyerahan tersebut dilakukan oleh enam anggota Timwas Century DPR, salah satunya adalah Fahri Hamzah kepada para pimpinan KPK.
"Kami secara resmi serahkan dokumen, risalah percakapan Ibu Sri Mulyani dengan Pak Boediono, menjelang FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek)," kata Fahri, ketika ditemui di gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/1).
Menurut Fahri, dokumen yang diberikan oleh timwas Century ini merupakan dokumen asli yang menunjukkan adanya pelanggaran pidana dalam kasus bailout Bank Century tersebut.
"Kami di DPR berharap para ketua KPK yang baru ini harus bekerja kompak, kalau ada rasa-rasa konflik kepentingan, lebih baik tidak usah melanjutkan perkara ini," ujar anggota Fraksi PKS itu.
Fahri juga berharap bahwa para Pimpinan KPK baru ini mampu bekerja kompak untuk menyelesaikan kasus ini.
Di tempat terpisah, Ketua KPK Abraham Samad berjanji bahwa pimpinan KPK akan kompak dalam menangani kasus ini, dan tidak akan mempetieskan kasus ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




