Anggota Tim 9 Sambangi KPK, Ada Apa?
Jumat, 13 Maret 2015 | 17:58 WIB
Jakarta - Satu persatu, personil Tim 9 yang dibentuk Presiden Joko Widodo untuk mengatasi kekisruhan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri beberapa waktu lalu, mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/3).
Sekitar pukul 17.20 WIB, Sosiolog Imam Prasodjo tiba di Gedung KPK. Imam yang tiba Honda Jazz berwarna silver enggan berkomentar saat ditanya maksud kedatangannya. "Nanti saja, sudah telat saya," kata Imam singkat saat memasuki Gedung KPK.
Sebelumnya, sekitar pukul 16.15 WIB, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshidiqie yang tiba di Gedung KPK. Jimly mengaku ingin bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK, Taufiequrachman Ruki. "Saya hanya mau ketemu Pak Ruki," katanya.
Namun, Jimly yang kini menjabat Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) enggan membeberkan lebih jauh agenda yang akan dibahas dengan Ruki. Jimly memilih langsung masuk ke dalam lobi Gedung KPK. "Nanti saja ya setelah bertemu," katanya singkat.
Tak hanya Imam, dan Ruki, anggota Tim 9 lainnya, Tumpak Hatorangan Panggabean telah tiba di Gedung KPK sekitar pukul 13.45 WIB. Seperti halnya Ruki, Tumpak yang merupakan Komisioner KPK jilid pertama mengaku ingin bertemu dengan Pimpinan KPK.
"Tidak ada agenda apa-apa, hanya ingin bertemu saja (dengan Pimpinan KPK)," kata Tumpak.
Senada dengan Tim 9, Plt Pimpinan KPK, Johan Budi SP mengatakan, kedatangan anggota Tim 9 hanya untuk bersilaturahmi dengan pimpinan KPK.
"Silaturahmi saja dengan pimpinan KPK. Ini bagian dari Tim 9 itu," jelasnya.
Belum diketahui isi pembicaraan antara Tim 9 dan pimpinan KPK. Hingga kini pertemua kedua belah pihak masih berlangsung.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Jaksa Agung HM Prasetyo, dan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, pimpinan KPK sepakat melimpahkan berkas perkara Komjen Budi Gunawan yang menjadi pemicu kekisruhan antara KPK dan Polri ke Kejaksaan Agung.
Selain itu, Polri akan menghentikan laporan terkait pimpinan dan struktural KPK yang masih dalam proses penyelidikan. Sementara untuk proses hukum terhadap dua pimpinan KPK nonaktif, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto ditunda hingga situasi mereda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




