Kubu Agung Ingin Pertahankan Kemenangan 9 Kabupaten di Sulsel

Sabtu, 14 Maret 2015 | 01:30 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Konflik Partai Golkar dalam berita televisi, 11 Maret 2015.
Konflik Partai Golkar dalam berita televisi, 11 Maret 2015. (Heru Andriyanto/ Beritasatu.com)

Makassar- Partai Golkar kubu Agung Laksono bertekad mempertahankan kemenangan di sembilan dari 11 kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak akhir tahun 2015.

"Pilkada akan digelar di 11 kabupaten, tapi kita sadar ada dua kabupaten yang perolehan suaranya tidak cukup dan dominasi kepala daerahnya sangat kuat, makanya kita target sama dengan sebelumnya," ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar Sulsel, Sabil Rachman yang dihubungi, Jumat (13/3).

Dia mengatakan, sembilan daerah yang menjadi milik Golkar, yakni Kabupaten Gowa, Selayar, Barru, Bulukumba, Pangkep, Luwu Utara (Lutra), Luwu Timur (Lutim), Tana Toraja (Tator) dan Toraja Utara (Torut). Sedangkan dua kabupaten yang bukan lumbung suara partai berlambang pohon beringin itu yakni Kabupaten Maros dan Kabupaten Soppeng.

Pada Kabupaten Maros, ada petahana Hatta Rahman yang merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN). Sedangkan di Kabupaten Soppeng, ada Andi Soetomo asal Gerindra, bupati dua periode yang diakuinya masih sangat kuat karena berhasil memenangkan pemilu legislatif beberapa waktu lalu.

Sabil menyatakan, untuk mengantisipasi dua dari 11 daerah itu pihaknya mengimbau kepada seluruh kader untuk bisa bekerja keras merebut kembali dua kabupaten tersebut. "Golkar butuh kerja keras untuk menang di Maros dan Soppeng karena kepala daerahnya bukan berasal dari partai Golkar," kata Sabil.

Selain itu, partai berlambang pohon beringin ini juga kalah dalam perolehan suara sehingga harus berkoalisi dengan partai lain kalau ingin maju di pilkada.

Di Maros, Golkar hanya memperoleh 4 kursi dari 35 kursi di DPRD. Sedangkan syarat usungan yang mesti dipenuhi adalah 7 kursi. Sedangkan di Soppeng, dari total 30 kursi di DPRD, Golkar meraih 7 kursi dan mampu mengusung sendiri kadernya tanpa mesti berkoalisi.

Sabil yang juga Kordinator Wilayah DPP Golkar Sulawesi itu mengimbau pengurus Golkar untuk tidak bimbang melakukan penjaringan calon kepala daerah. Hal itu karena dualisme kepengurusan Golkar telah berakhir pada 10 Maret lalu setelah Kementerian Hukum dan HAM mengakui kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol.

"Golkar di Sulawesi Selatan jangan khawatir. Hanya satu Golkar, yakni Golkar Munas Ancol, karena itu pada bulan April kami akan membuka pendaftaran calon kepala daerah," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon