Beberapa Masalah Gigi dan Gusi yang Sering Dialami Ibu Hamil

Sabtu, 14 Maret 2015 | 14:10 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Ilustrasi ibu hamil.
Ilustrasi ibu hamil. (Visualphotos)

Jakarta - Ketidakseimbangan hormon selama kehamilan dapat memengaruhi kesehatan pada ibu hamil (bumil), termasuk kesehatan gigi dan gusi. Beberapa masalah yang sering muncul antara lain terjadinya gingivitis atau radang gusi.

Menurut dokter gigi spesialis periodonsia dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), Fatimah Maria Tadjoedin, peningkatan respons peradangan terhadap plak gigi selama kehamilan dapat menyebabkan gusi membengkak dan lebih mudah berdarah.

Masalah lainnya adalah Epulis Gravidarum, atau lesi gingiva jinak pada gusi bagian depan yang menyerupai polip. Kondisi ini dapat timbul karena peningkatan respons peradangan terhadap patogen oral dan biasanya akan reda setelah kehamilan.

"Epulis Gravadirum umumnya memang tidak perlu dipotong, kecuali bila menyebabkan rasa nyeri yang berat, perdarahan, atau mengganggu pengunyahan," jelas Fatimah, dalam seminar kesehatan "Amazing Pregnancy", yang digelar di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, Sabtu (14/3).

Gigi goyang, erosi gigi, dan karies gigi juga sering dialami. Penyebab gigi goyang, karena ligamen dan tulang yang mendukung gigi untuk sementara dapat menjadi longgar, sehingga gigi mudah goyang. "Umumnya, gigi yang goyang tersebut tidak sampai lepas, kecuali kalau disertai komplikasi yang lain," terangnya.

Erosi gigi terjadi karena terjadi peningkatan pajanan dari asam lambung, ketika bumil muntah. Sementara karies gigi atau gigi berlubang lebih banyak disebabkan oleh peningkatan asupan makanan dan minuman tinggi gula, dan berkurangnya perhatian terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.

Yang paling membahayakan dari seluruh masalah gigi dan mulut adalah periodontitis. Dalam kondisi tersebut, lanjut Fatimah, tulang menjadi rusak dan gigi goyang, serta dapat terjadi bakteremia atau penyebaran infeksi oleh bakteri melalui darah. "Periodontitis ini juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya bayi lahir prematur," tandas Fatimah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon