Meski Global Melambat, Permintaan CPO Domestik Tetap Kuat
Senin, 16 Maret 2015 | 10:46 WIB
Jakarta -Prospek pasar minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia dalam beberapa tahun ke depan masih bagus. Meski permintaan Tiongkok dan India diperkirakan akan melambat, konsumsi domestik Indonesia tetap kuat.
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian dunia (FAO), konsumsi global menunjukkan pertumbuhan yang stabil 7 persen selama 20 tahun terakhir," tulis riset Daewoo Securities Indonesia yang dipublikasikan, Senin (16/3).
Riset tersebut menyebutkan, sekitar 66 persen produksi minyak sawit Indonesia diekspor, sementara 32 persen dikonsumsi lokal. Jika dilihat dari global, Indonesia dan Malaysia saat ini merupakan dua produsen utama minyak sawit dunia masing-masing 53 persen dan 33 persen dari total produksi global pada 2014.
Tahun 2014 produksi CPO di kedua negara tersebut meningkat dibanding 2013 yakni Malaysia naik 2,3 persen (year on year/YoY), sementara produksi minyak sawit Indonesia tumbuh sebesar 15 persen dibandingkan dengan 2013.
Kelebihan pasokan ini menjelaskan kelemahan harga CPO pada tahun 2014 di bawah 2.000 ringgit Malaysia (RM) per ton. Harga minyak sawit dipengaruhi beberapa faktor yakni tingkat penawaran, permintaan, kondisi cuaca dan kebijakan pemerintah (biodiesel).
Sebagai salah satu produsen CPO terbesar, PT Agro Lestari Tbk (AALI) akan tetap bertumbuh didorong pendapatan domestik. Perseroan menargetkan 4-5 persen pertumbuhan produksi CPO tahun ini. Perseroan akan menanam 6.000 hekatre (ha) perkebunan kelapa sawit baru untuk membaharui profil perkebunannya.
"Dengan strategi konservatif dan peningkatan permintaan lokal, maka akan mendorong harga sawit menyusul faktor suplai - demand serta kebijakan pemerintah," kata riset tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




