Jelang Paskah, Status Gunung Lewotobi di Flotim Menjadi Waspada

Kamis, 19 Maret 2015 | 18:11 WIB
YK
B
Penulis: Yoseph A Kelen | Editor: B1
Gunung Lewotobi laki-laki dan Lewotobi perempuan di Flores, NTT.
Gunung Lewotobi laki-laki dan Lewotobi perempuan di Flores, NTT. (Istimewa)

Kupang - Menjelang perayaan Paskah dan Samana Santa di Larantuka, kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), masyarakat dikejutkan naiknya status Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang. Status gunung itu naik menjadi waspada menyusul peningkatan aktivitas gempa didaerah itu.

"Laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Bandung, Kamis (19/3) menyebutkan peningkatan aktivitas gempa yang terekam sejak 13 Maret lalu, ada peningkatan," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flotim, Paulus Igo Geroda, kepada SP dari Kota Larantuka.

Peningkatan kegempaan itu sejak tanggal 9 - 15 Maret sebanyak 16 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dan 12 gempa vulkanik dalam (VA).

Tanggal 16 Maret, gempa vulkanik dangkal meningkat jadi 19 kali dan 15 gempa vulkanik dalam. Namun mulai 17 Maret, gempa vulkanik dangkal meningkat jadi 73 kali dan 20 kali gempa vulkanik dalam yang diikuti peningkatan status dari normal menjadi waspda.

Geroda mengatakan, pasca peningkatan status gunung tersebut timnya telah melakukan koordinasi dengan para camat dan kepala desa untuk berjaga-jaga dan minta warga untuk tenang.

"Gempa jenis itu dapat mengindikasikan proses peretakkan batuan di dalam tubuh gunung api, akibat tekanan magma ke permukaan, sesuai laporan dari PVBMG," kata Geroda.

Sehubungan dengan peningkatan status gunung itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktifitas pada radius satu kilometer dari kawah.

Masyarakat juga diminta tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mempercayai isu yang berhubungan dengan aktivitas gunung kecuali dari pos pengamatan gunung dan pemerintah daerah setempat.

Ia menjelaskan secara historis, letusan gunung Lewotobi Laki-laki bersifat magmatik-eksplosif dengan material letusan yang dominan pijar dan abu mengarah ke barat daya dan timur laut. Namun gunung tersebut pernah mengeluarkan awan panas dan aliran lava dari kuba hingga radius lima kilometer.

Tinggi Gunung Lewotobi Laki-Laki 1.584 meter diatas permukaan laut (mdpl) berdampingan dengan Gunung Lewotobi Perempuan dengan ketinggian 1.703 mdpl di bagian selatan yang berstatus waspada sejak 30 September 2013 lalu, jelasnya.

Kepala BPBD NTT, Tini Thadeus menyampaikan, saat ini tim BPBD selalu siap, jika terjadi bencana alam. apa lagi sebentar lagi masyarakat Flotim merayakan pesta Paska dan prosesi Jumat Agung di Kota Larantuka.

"Tim kami selalu siap. Saat ini BPBD Flotim telah melakukan koordinasi dengan para camat dan para Kades didaerah itu untuk selalu waspada dan mengikuti petunjuk dari pemerintah dan tim pemantau gunung itu," kata Tini Thadeus.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon