Kader PDIP Kota Pekalongan Tolak Merger Kelurahan
Sabtu, 21 Maret 2015 | 16:31 WIB
Pekalongan - Massa dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menolak kebijakan pemerintah daerah setempat terhadap penggabungan (merger) kelurahan dan penerapan logo baru.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Pekalongan Kariebkin Syarief di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa kader partainya menginginkan pengabungan kelurahan dan logo pemkot dikembalikan seperti semula (21/3).
"Jumlah kelurahan sebanyak 47 tetapi kini sudah dimerger. Akan tetapi, kami tetap mengklaim jumlah ranting PDI Perjuangan sebanyak 47 seperti sebelum ada kebijakan penggabungan kelurahan," katanya.
Ia meminta pada semua kader PDI Perjuangan agar tetap memiliki lima mantab dalam membesarkan partai berlambang banteng moncong putih itu.
"Lima mantab itu adalah ideologi, organisasi, kader, program, dan sumber daya manusia (SDM). Kelima mantab ini akan membawa PDI Perjuangan maju dan besar," katanya.
Terkait penolakan merger kelurahan dan logo baru, Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad mengatakan bahwa pemkot hanya menjalankan amanat peraturan daerah (perda) yang sudah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
"Sah-sah saja jika sekelompok orang melakukan penolakan terhadap logo baru maupun merger kelurahan. Ini juga bisa menunjukkan bahwa masyarakat peduli terhadap Kota Pekalongan," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




