Menkopolhukam: Penertiban Situs Perekrutan ISIS Bukan Hal Mudah
Senin, 23 Maret 2015 | 17:57 WIB
Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan perihal penertiban jaringan internet yang kerap dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk perekrutan bukanlah hal yang mudah.
Menurut Tedjo, penghapusan situs internet atau website yang digunakan untuk perekrutan kelompok radikal bukanlah hal yang mudah karena tidak bisa sembarangan dilakukan.
"Secara otomatis (website) tidak bisa dihapus, mereka kan masuk ke website orang. Ini jadi masukan untuk Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkoinfo), bagaimana agar tidak memengaruhi warga negara yang lain," kata Tedjo usai menghadiri "Konferensi Terorisme dan ISIS Internasional" di Jakarta, Senin (23/3).
Tedjo kembali mewacanakan pembentukan Badan Cyber Nasional untuk memperkuat pertahanan cyber Indonesia mencegah serangan-serangan dari jaringan komputer yang dilakukan pihak manapun.
Seperti diberitakan, perekrutan warga Indonesia yang hendak dikirimkan menjadi tentara atau relawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ke Suriah juga berbasis internet melalui website www.mustaqbal.com.
Hal itu diungkapkan Kapolres Kota Tangerang Kombes Irfing Jaya. Selain itu, perekrutan juga dilakukan salah satunya melalui video yang diupload di situs YouTube. Salah satunya, https://www.youtube.com/channel/UCC2QqAsFOqLx8bLp3c7wMPw/.
Belum lama ini, juga ada video yang diunggah di situs Youtube, pada 17 Maret 2015 yang menunjukkan lima orang anak Indonesia tengah dilatih perang oleh kelompok radikal yang diduga ISIS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




